BKKBN Lampung Fokus Sasar Kelompok 3B Percepat Penurunan Stunting
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 28, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mempercepat capaian program Bangga Kencana tahun 2026, khususnya penurunan stunting berbasis keluarga.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakerda) program pembangunan keluarga dan keluarga berencana (Bangga Kencana) Provinsi Lampung 2026, di Hotel Radisson, Kota Bandar Lampung, Selasa (28/4/2026).

Rakorda ini diikuti sekitar 120 peserta dari unsur pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta mitra strategis di Lampung.

"Rakerda ini menjadi momentum untuk meningkatkan kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," ujar Soetriningsih.

Ia menjelaskan, percepatan penurunan stunting difokuskan pada kelompok sasaran yang disebut 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, melalui intervensi makanan bergizi.

Baca juga: Pemkot Bandar Lampung Salurkan Insentif Kader Posyandu, Diminta Wali Kota Perangi Stunting

Menurutnya, BKKBN Lampung memiliki keunggulan data keluarga berbasis by name by address yang dapat dimanfaatkan untuk intervensi tepat sasaran, terutama bagi keluarga berisiko stunting pada desil 1 hingga 3.

"Kami memiliki data lengkap yang bisa digunakan untuk intervensi program, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," katanya.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti sejumlah indikator kinerja yang belum tercapai, di antaranya angka kelahiran total (TFR) yang masih di angka 2,25 dari target 2,2, angka kelahiran remaja usia 15–19 tahun yang masih 23,5 dari target 17,9, serta usia kawin pertama perempuan yang baru mencapai 21,1 tahun dari target 22,4 tahun.

Soetriningsih menegaskan, tahun 2026 menjadi momentum penting untuk evaluasi awal pelaksanaan RPJMN dan renstra 2029, sehingga diperlukan langkah strategis yang lebih efektif dan inovatif.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan sejumlah program prioritas atau quick wins yang tetap dilanjutkan pada 2026, di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia, serta program lansia berdaya melalui sekolah lansia.

"Peran ayah dalam keluarga juga terus kami dorong, salah satunya melalui gerakan ayah mengantar anak ke sekolah dan mengambil rapor," tambahnya.

Sementara itu, jumlah lansia di Lampung terus meningkat.

Berdasarkan data, terjadi kenaikan sekitar 7,8 persen dari 2024 ke 2025. Saat ini, terdapat 46 sekolah lansia dengan lebih dari 1.700 peserta aktif.

Di sisi lain, capaian program makanan bergizi bagi sasaran 3B disebut telah melampaui target hingga lebih dari 100 persen, berkat sinergi berbagai pihak.

Dalam hal pembiayaan, realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 untuk Provinsi Lampung tercatat mencapai 91,15 persen, sementara Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) sebesar 78,33 persen.

Soetriningsih mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan mitra kerja, serta berharap pelaksanaan program 2026 dapat dipercepat agar capaian kinerja semakin optimal.

"Dengan segala keterbatasan, pemerintah harus tetap hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam pembangunan keluarga yang sejahtera di Lampung," tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.