Suasana Nobar di Kota Malang, Kekecewaan Aremania saat Melihat Arema FC Dikalahkan Persebaya 0-4
Eko Darmoko April 28, 2026 07:45 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Kekecewaan Aremania tampak saat mereka melakukan nonton bareng (nobar) di sebuah kafe yang berada di Jalan Bromo, Kota Malang, Selasa (28/4/2026).

Mereka harus menyaksikan tim kesayangannya, Arema FC, takluk dengan skor telak 0-4 atas rival abadinya, Persebaya Surabaya.

Kekalahan ini membuat suasana nobar yang semula cukup meriah berubah jadi hening sesaat.

Arema FC yang menerjunkan pemain inti dalam pertandingan ini sempat menahan imbang 0-0 di babak pertama.

Singo Edan baru tercabik-cabik di babak kedua.

Empat gol mampu disarangkan oleh Persebaya Surabaya yang masing-masing melalui brace Rivera, Jefferson Silva dan Mikael Tata.

Hasil itu pun membuat Aremania kecewa, setelah kembali gagal meraih kemenangan selama 11 laga beruntun menghadapi Persebaya Surabaya.

Baca juga: Persebaya Bungkam Arema FC dalam Laga Derby Jatim di Pulau Bali, Empat Gol Tanpa Balas

"Tentu kecewa, Sam. Padahal Arema punya modal bagus sempat menahan imbang Persib 0-0 kemarin, terus sekarang kalah dari Persebaya," kata Haleed, Aremania yang ikut nobar, kepada SURYAMALANG.COM.

Kegiatan nobar yang dihimpun oleh komunitas Aremania Gate Utas ini dihadiri oleh sekitar 135 Aremania.

Sepanjang waktu 2x45 menit, Aremania terus bernyanyi dengan lantang, mendukung Arema FC berlaga.

Nyanyian tersebut sebagai bentuk dukungan yang mereka berikan untuk menambah semangat pemain dalam berlaga.

Sembari membawa syal dan bendera, dukungan terus mereka berikan demi membawa nama Arema FC mengalahkan Persebaya Surabaya.

Namun, dukungan tersebut tidak dapat dibayar lunas Arema FC, setelah gawang mereka harus dibobol sebanyak empat kali oleh Persebaya.

"Harus ada evaluasi ini. Manajemen harus ngerti kalau performa Arema musim ini jelek."

"Semoga saja musim depan ada peningkatan agar Arema bisa lebih baik lagi dan tembus papan atas," ujarnya.

Kekalahan ini juga membuat beberapa Aremania mempertanyakan keputusan wasit Thoriq Alkatiri yang dianggap cukup kontroversial.

Utamanya saat hadiah penalti yang berujung gol kedua untuk Persebaya Surabaya yang dicetak oleh Jefferson Silva di pertengahan babak kedua.

"Meskipun dicek VAR seharusnya wasit lebih teliti lagi."

"Itu kan perebutan bola header antar pemain."

"Jadi ya lumrah dalam sepak bola. Cuma wasit e kurang sip," ucap Samid, Aremania yang juga duduk nobar.

Meskipun di laga DerbY Jatim ini Arema FC kalah, namun Aremania berharap di empat laga sisa Singo Edan dapat menyapu bersih kemenangan untuk dapat memperbaiki peringkat.

Saat ini Arema FC masih berkutat di posisi 11 klasemen sementara Super League dengan raihan 39 poin.

Sedangkan Persebaya menuju ke empat besar dengan raihan 48 poin.

"Pokoknya sisa laga harus sapu bersih. Manajemen pelatih dan pemain semuanya harus evaluasi," tandasnya.

Baca juga: Rangkuman 4 Gol Menyakitkan Persebaya ke Gawang Arema FC, 11 Laga Singo Edan Tak Pernah Menang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.