Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan pencairan tunjang profesi guru (TPG) yang kini dilakukan setiap bulan membuat guru menjadi lebih sejahtera dan peduli pada murid.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan percepatan penyaluran TPG yang kini dilakukan setiap bulan dimaksudkan agar dapat memberikan kepastian kepada para guru atas haknya.
“Bagi kami, tunjangan guru bukan sekadar angka dalam anggaran, tetapi bentuk apresiasi atas dedikasi para guru yang setiap hari hadir mendidik generasi bangsa. Dengan dipenuhi haknya, kami berharap para guru dapat lebih fokus mengajar dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi murid-murid,” kata Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta, Selasa.
Manfaat percepatan pencairan itu pun dirasakan salah seorang pengajar di SDN Cipayung 01 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Eros Rosidah yang telah mengabdikan diri sebagai guru sekitar delapan tahun.
Ia mulai mengajar di SDN Cipayung 01 Ciputat dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sejak tiga tahun terakhir.
Dalam konteks kesejahteraan guru, Eros menilai penyaluran TPG telah memberikan dampak positif, baik secara finansial maupun motivasi kerja.
Menurutnya, tambahan penghasilan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk keperluan pribadi, melainkan juga untuk membantu murid yang membutuhkan.
“Puji syukur, hampir semua guru di sini sudah mendapatkan TPG. Dengan TPG, dana tersebut juga kami manfaatkan untuk membantu beberapa murid yang memerlukan keperluan sekolah seperti buku, sepatu, maupun tas. Kami sangat senang, selain menjadi tabungan untuk kami pribadi, TPG juga bermanfaat untuk murid kami,” ujar Eros.
Cerita yang sama juga disampaikan oleh Syamsuddin yang sejak tahun 1999 sudah mengabdikan diri sebagai guru dan mengajar di SDN Cipayung 01 Ciputat.
Sebagai salah satu guru senior, ia memandang kesejahteraan guru sangat penting guna mendukung dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia menilai perubahan sistem pencairan TPG dari tiga bulanan menjadi bulanan sangat membantu dalam pengelolaan keuangan.
“Sekarang lebih lancar karena diterima setiap bulan. Puji syukur sangat membantu saya baik untuk kebutuhan keluarga maupun pengembangan diri,” katanya.
Ia menambahkan, manfaat TPG tidak hanya dirasakan secara pribadi, namun juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pengajaran, seperti untuk melanjutkan pendidikan dan membeli sarana pembelajaran seperti laptop.
Selain itu, lanjutnya, TPG juga turut membantunya memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari bersama keluarga.





