Kesaksian Rara, Korban Selamat Kecelakaan KRL, 'Bunyi Ledakan Lampu dan Gelap'
Reny Fitriani April 28, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bekasi - Kesaksian Rara Dania, salah satu korban selamat dalam kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi Timur. 

Rara membagikan insiden mengerikan yang dialaminya di akun Threads. 

Dalam unggahannya ia mengaku masih syok.

Dirinya berada di dalam KRL saat tabrakan terjadi. 

Rara merasakan benturan keras yang membuat tubuhnya terjatuh dan terseret di dalam gerbong. 

Baca Juga: Pesan Terakhir Bu Ela Sebelum Tewas dalam Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

"Masih enggak nyangka gua ada di dalem KRL yang kecelakaan. Mau nangis tapi takut chaos, tuh KRL bener bener ditabrak kenceng banget," ujar Rara pada Selasa (28/4/2026).

Dirinya tidak mengetahui berada di gerbong berapa saat kejadian. 

Akan tetapi, secara tiba-tiba ia terjatuh ke sisi kiri dan tubuhnya ikut terseret akibat benturan. 

"Gua enggak tahu di gerbong berapa. Tiba-tiba gua jatoh kekiri, kegeret ampe pipi gua beset. Tiga jari gua kebanting aspal KRL sampai badan gua sendiri enggak bisa nahan dan ikut kegeret,"terangnya. 

Situasi di dalam gerbong semakin mencekam saat lampu tiba-tiba padam.

Rara menyebut kepanikan terjadi setelah terdengar suara benturan keras, disusul teriakan dari penumpang lain yang meminta semua orang segera keluar.

"HP gua kelempar untungnya gua bisa ambil itu HP karena layarnya tiba-tiba nyala, gua cuma inget sebelum kebanting ada mas-mas teriak "WOI KELUAR!!" semua orang belum sadar sampai bunyi ledakan lampu dan gelap," lanjutnya. 

Meski dalam kondisi terluka dan syok, Rara berusaha bangkit dan mencari jalan keluar.

Ia mengaku sempat kesulitan karena kondisi gelap, bahkan kehilangan sepatunya di dalam gerbong.

"Kondisi udah gelap banget, di kepala gua isinya cuma enggak tahu ini kereta bakalan kegeret sampai mana. Sampai akhirnya gua coba ambil HP yang ikut kebanting untung masih kejangkau. Dan coba bangun, gua coba enggak panik, tapi tetap gua enggak bisa nemu sepatu gua karena gelap banget, gua coba keluar," ceritanya.

Setelah berhasil menemukan pintu yang terbuka, Rara langsung berlari keluar.

"Mukjizat! Pintu gerbong gua pas depan tangga, gua lari ke tangga, dan gua liat ada asap atau debu udah lekat banget sampai bikin nafas sesek," ceritanya. 

Ia lalu melihat kondisi di luar yang dipenuhi debu dan penumpang yang mengalami luka.

"Gua lari tapi terus gua duduk di tukang jualan persis di tangga, dan ibu-ibu baik banget langsung ngasih gua air, pas gua duduk gua liat dari jauh orang-orang udah pada luka-luka hebat," katanya.   

Rara mengaku baru menyadari bahwa insiden tersebut merupakan kecelakaan besar setelah melihat banyaknya petugas seperti ambulans, pemadam kebakaran, dan polisi di lokasi.

Dirinya berharap ke depan ada sistem peringatan di dalam KRL agar penumpang bisa lebih cepat menyadari kondisi darurat.

"Please @kai121_ gua berharap banget ada alarm di dalamnya, supaya kita tau ada kecelakaan sebesar ini," ujarnya. 

Tragedi tabrakan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL commuter line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam, memicu respons beragam.

Sejumlah pejabat, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah memberikan atensi besar atas peristiwa yang menewaskan 14 orang tersebut.

 Sejumlah langkah cepat disiapkan, mulai dari evaluasi armada, jaminan biaya korban, hingga percepatan pembangunan infrastruktur untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Presiden Soroti Kelaikan Armada

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendatangi RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026) pagi untuk menjenguk para korban luka dalam insiden tersebut.

Dikutip dari Tribunnews, Prabowo tiba sekitar pukul 08.38 WIB dengan menggunakan kendaraan dinas kepresidenan Maung RI 1.

Kehadiran Presiden langsung menarik perhatian keluarga korban dan warga yang berada di sekitar rumah sakit.

Dengan mengenakan pakaian safari cokelat muda dan peci hitam, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Setibanya di Gedung C RSUD Bekasi, Presiden disambut Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama jajaran terkait, termasuk perwakilan Jasa Raharja.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden memberi perhatian khusus pada aspek keselamatan armada kereta.

Presiden menyoroti usia pakai sarana transportasi sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap insiden tersebut.

"Jadi secara teknologi kemudian tadi juga beliau sempat mengecek tahun pembuatan dari kereta-kereta kita," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).

Pengecekan tersebut merupakan instruksi langsung Presiden guna memastikan standar keamanan transportasi publik tetap terjaga.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM, turut menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka tersebut.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengambil tanggung jawab terhadap penanganan korban.

"Assalamualaikum sampurasun wilujeng enjing warga Jabar dan seluruh warganet di manapun berada."

"Kami menyampaikan duka yang dalam, atas musibah tertabraknya KRL Jakarta Kabupaten Bekasi khusus pengangkut penumpang perempuan oleh kereta cepat Argo Bromo Anggrek Jakarta-Surabaya."

Dedi menegaskan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

 "Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat. Yang kedua, akan memberikan santunan kepada yang meninggal, masing-masing 50 juta rupiah."

Selain itu, proses evakuasi korban di lokasi kejadian masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.

Korban luka saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, sementara evakuasi terhadap penumpang yang sempat terjebak terus diupayakan.

"Salam untuk semuanya, hati-hati di jalan, hati-hati di tempat pekerjaan dan hati-hati di rumah karena musibah bisa terjadi kapan saja tanpa diduga oleh kita semua,". 

Daftar Korban

sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut. 

Sementara itu, puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif.

Para korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di Bekasi dan sekitarnya, antara lain RSUD Kota Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bhakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Berdasarkan keterangan papan informasi di RSUD Kota Bekasi per Selasa (28/4/2026) pukul 12.00 WIB, tercatat 50 korban luka dan tiga korban meninggal dunia sempat ditangani di rumah sakit tersebut. 

Berikut adalah daftar nama-nama korban yang dirawat di sejumlah rumah sakit: 

RSUD Kota Bekasi
Korban luka (50 orang):
Desvita Ahmad, Nur Syahril, Subur Shofi, Salsabila, Siti Maryam, Rifan Mandhara, Anggita R. Utami, Hari Septiansyah, Dwi Apriliana, Ratri Intan, Andi Saputra, Sausan Sarifah, Dinasti Kusumawardani, Yuliana, Ira Indira Putri, Hari Septiansyah, R. Rustiati, Amalia Khazanah, Ulfa Vira Oktaviani Putri, Yuliana, Nur Pratama, Nuryati, Nuriyah, Indah Rahmawati, Stefani Sofia, Iis Suendi, Fitria Husni, Dewi Sagita, Afna Regita, Anggita Alfiana, Yunita, Endang, Leni Julianti, Ricky Purwanti, Laily, M. Anwar, Ester Rajagukguk, Eri Rustiati, Evy Suryati, Mustika Ayu, Pujiana Dewi, Suryani, Despita, Ayunda Rahmawati, Choirunnisa Rahmadhani, Rista Triana Pamilang, Rani Situmorang, Muchlis Nurul, Mia Citra Endang Kuswati.

Korban tewas:
Nuryati, Nurlaela, Enggar Retno, Krisjayanti.

RS Primaya
Korban luka:
Qonita Allana Vebhan, Dinda Aulia Sabrina A., Siska Nur (pulang), Risky Mardiyanti (pulang), Adhe Jesica, Bayu Kurniawan (pulang), Elizabeth Rouli Artha.

Rumah Sakit Bella Bekasi
Korban luka:
Michele Chan, Suwanto, Ratna Purnama, Sari Ayu P.

Korban tewas:
Ristuti Tustirahato.

RS Bhakti Kartini
Korban luka:
Nasyfa Juliani.

RS Hermina Bekasi
Korban luka:
Alvala Cinda, Poppy.

RS Mitra Keluarga Bekasi Timur
Korban luka:
Safira Anastasya (pulang), Emi (pulang), Satanti Puji Vestari, Sonia Artiela Pratiwi, Hendro Efendi.

Korban tewas:
Adelia Rifani.

RS Mitra Plumbon
Korban luka:
Dofo Herwanto, Rini Hutan, Safia Mutiara, Jaenudin (pulang).

RS Siloam Bekasi Timur
Korban luka:
Imam Bukhori, Heni Fitrianj.

RSUD Kabupaten Bekasi
Korban luka:
Siti Fatonah.

RS Mitra Barat
Korban luka:
Nadindravela Azzahra (pulang), M. Nauval Akbar Ramadhan.

Sumber: TribunJakarta.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.