Studi Temukan Fakta Obesitas di Usia Muda Bisa Picu Kematian Dini
GH News April 28, 2026 07:09 PM
Jakarta -

Kenaikan berat badan tidak hanya soal angka di timbangan, tetapi juga berpengaruh pada hidup seseorang. Sebuah studi baru menemukan bahwa kenaikan berat badan di usia muda berkaitan dengan risiko kesehatan yang lebih besar di kemudian hari.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal eClinicalMedicine ini menyoroti bahwa waktu terjadinya kenaikan berat badan bisa berdampak panjang terhadap kesehatan.

Kenaikan Berat Badan di Usia Muda Lebih Berisiko

Studi ini dilakukan oleh tim dari Lund University, Swedia, yang melibatkan 600 ribu peserta dengan data berat badan yang dipantau dari usia 17 hingga 60 tahun.

Hasilnya, orang yang mengalami obesitas pertama kali pada usia 17-29 tahun memiliki risiko kematian dini sekitar 70 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami obesitas hingga usia 60 tahun.

Epidemiolog dari Lund University, Tanja Stocks, menjelaskan bahwa pola ini menjadi temuan yang paling konsisten dalam penelitian tersebut.

"Temuan paling konsisten adalah kenaikan berat badan di usia lebih muda dengan risiko kematian dini yang lebih tinggi di kemudian hari," ucapnya yang dikutip dari .

Penelitian ini menegaskan bahwa bukan hanya jumlah kenaikan berat badan yang penting, tetapi jug kapan kenaikan itu terjadi.

Durasi Obesitas Jadi Faktor Utama

Para peneliti menduga bahwa durasi seseorang hidup dengan kondisi kelebihan berat badan menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko tersebut. Tubuh yang terlalu lama berada dalam kondisi obesitas mengalami tekanan biologis yang lebih besar dibandingkan kondisi normal.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis yang berkaitan dengan obesitas. Beberapa penyakit yang paling sering dikaitkan, seperti:

  • Penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.
  • Diabetes tipe 2.
  • Beberapa jenis kanker.

Penelitian menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular menjadi penyebab terbesar dalam kaitannya dengan kenaikan berat badan dan kematian.

Durasi Obesitas Lebih Berpengaruh Dibanding Usia Tua

Peneliti menyebut bahwa lamanya seseorang mengalami obesitas kemungkinan lebih berpengaruh, dibandingkan kenaikan berat badan yang terjadi di usia tua. Paparan jangka panjang terhadap kondisi seperti resisten insulin, peradangan, dan gangguan pembekuan darah diduga menjadi faktor yang memperburuk risiko kesehatan.

"Temuan kami menunjukkan bahwa durasi obesitas mungkin menjadi faktor yang mendasari risiko tersebut," tulisnya.

Selain itu, penelitian juga melihat adanya perbedaan dampak antara pria dan wanita, terutama terkait risiko kanker. Pada wanita, peningkatan risiko kematian akibat kanker tidak terlalu dipengaruhi oleh kapan kenaikan berat badan terjadi.

Peneliti menduga faktor lain, seperti perubahan hormon termasuk saat menopause, dapat berperan dalam kondisi tersebut.

Epidemiolog Huyen Le menyebut bahwa hubungan antara perubahan hormon dan berat badan masih perlu diteliti lebih lanjut.

Meski begitu, penelitian ini tidak secara langsung menyimpulkan bahwa kenaikan berat badan di usia muda menjadi penyebab utama kematian. Hal ini masih bisa dicegah dengan menjaga berat badan lebih ideal dan hidup sehat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.