TRIBUNMANADO.CO.ID, Sangihe - Harapan bagi masyarakat di wilayah perbatasan kembali bergerak.
Pada Senin (27/4/2026), Kapal Layanan Kesehatan Bergerak Rumah Sehat BAZNAS kembali menjalankan misi kemanusiaan dengan merujuk pasien dari Kepulauan Marore—wilayah perbatasan Indonesia–Filipina—menuju UPTD RSUD Liun Kendage Tahuna.
Kapal yang dihibahkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe ini dikelola secara teknis oleh Dinas Kesehatan Daerah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di pulau-pulau terpencil.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, ME, menjelaskan bahwa kapal tersebut memiliki dua fungsi utama.
“Fungsi pertama adalah sebagai sarana transportasi rujukan pasien, khususnya dari wilayah kepulauan terpencil seperti Nusatabukan, Kahakitang, hingga Marore. Bahkan daerah lain yang mengalami kendala transportasi juga dapat memanfaatkan kapal ini,” ujarnya.
Selain itu, kapal tersebut juga berfungsi sebagai sarana pendukung pelayanan kesehatan keliling.
Tenaga kesehatan dari Tahuna dapat menggunakan fasilitas ini untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil dalam rangka pemeriksaan dan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Jadi bukan hanya untuk rujukan pasien, tetapi juga mendukung mobilitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan langsung di pulau-pulau,” tambahnya.
Dinas Kesehatan, lanjut Pasandaran, telah menyiapkan sistem komunikasi yang terintegrasi guna memastikan pelayanan berjalan efektif.
Koordinasi dilakukan melalui jaringan komunikasi seperti telepon, pesan singkat, hingga grup WhatsApp yang melibatkan kepala-kepala puskesmas, khususnya di wilayah terpencil seperti Nusabukan, Kahakitang, dan Marore.
Ia menegaskan, penggunaan kapal tidak dapat diakses langsung oleh masyarakat secara individu, melainkan harus melalui koordinasi dengan puskesmas setempat.
“Jika ada pasien dalam kondisi darurat, akan ditangani terlebih dahulu oleh puskesmas. Bila membutuhkan rujukan ke rumah sakit di Tahuna, pihak puskesmas akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan melalui bidang pelayanan kesehatan yang telah memiliki tim khusus,” jelasnya.
Terkait operasional, kapal tersebut bersiaga selama 1x24 jam.
Namun, karena hanya tersedia satu unit, sistem pelayanan dilakukan secara bergiliran atau antre.
“Kalau ada permintaan bersamaan dari beberapa wilayah, tentu akan diatur berdasarkan antrean. Setelah satu pasien dilayani, baru dilanjutkan ke permintaan berikutnya,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menambahkan bahwa kapal BAZNAS bukan satu-satunya sarana transportasi kesehatan.
Beberapa puskesmas di wilayah tertentu juga telah memiliki fasilitas transportasi sendiri yang dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Dengan kehadiran kapal layanan kesehatan ini, diharapkan akses rujukan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan terpencil Kabupaten Kepulauan Sangihe semakin optimal dan merata.
(TribunManado.co.id/Edu)