TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING – Harga karet di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mencetak rekor baru dengan menembus rekor tertinggi.
Pada pekan ini, kaeret di tingkat lelang mencapai Rp 18.505 per kilogram.
Pekan sebelumnya, harga karet di tingkat lelang mencapai Rp 17.605 per kilogram.
Sementara dua pekan sebelumnya, harga karet di tingkat lelang mencapai Rp 17.150 per kilogram.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kuansing, Andriyama Putra, Selasa (28/4/2026) mengatakan, tahun 2026 ini merupakan tahun terbaik bagi petani karet.
Beberapa bulan lalu, harga karet bertahan di angka Rp 16 ribuan per kilogram.
"Namun harga tinggi belum dirasakan semua petani karet, hal itu karena petani karet tidak menjual hasil panennya ke pelelangan," ujar Andriyama.
Sebab itu, ia meminta agar petani karet membentuk kelompok tani dan mendirikan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).
Baca juga: Kebutuhan Hewan Kurban di Kuansing Aman, Populasi Sapi Melimpah
Baca juga: Digerebek Tim Elang Kuantan, Janda di Kuansing Ngaku Pakai Sabu untuk Puaskan Pria Hidung Belang
Katanya, kelembagaan petani itu untuk mengolah dan memasarkan Bahan Olah Karet Rakyat (Bokar) secara bersama-sama.
"Di UPPB itu, hasil panen petani dapat dilelang dengan harga tinggi," ujarnya.
Kendati demikian, petani harus menjaga kualitas produksinya.
Selain bersih dari sampah, karet yang dihasilkan juga tidak mengandung air.
"Karet yang dilelang harus bersih dan berkualitas, jangan sampai ada sampah dan air," ujarnya.
( Tribunpekanbaru.com / Guruh BW )