Imbas Taksi Hijau Diduga Jadi Pemicu Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek, Menhub Evaluasi, Sopir Ditahan
Musahadah April 28, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Taksi hijau Green SM Indonesia diduga menjadi pemicu kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekira pukul 20.55 WIB.

Hal ini beralasan karena kecelakaan ini berawal saat taksi hijau Green SM Indonesia berhenti di pelintasan kereta Jalan Ampera, Bekasi, tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Akibatnya taksi tertemper KRL rute Bekasi-Jakarta hingga terlempar beberapa meter. 

Insiden taksi tertemper KRL tersebut juga menyebabkan gangguan pada sistem persinyalan atau gangguan operasional.

Akibatnya, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasarturi tetap melaju kencang sehingga menabrak KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

Baca juga: Gelagat Sopir Taksi Hijau Saat Mobilnya Ditabrak KRL hingga Picu Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek

Gerbong KA Argo Bromo menerobos masuk ke gerbong KRL di bagian belakang dan gerbong wanita.

Dalam kecelakaan ini 15 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. 

Berikut imbas kecelakaan ini: 

Kementerian Perhubungan Evaluasi Taksi Hijau

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi juga akan melakukan evaluasi terhadap pihak perusahaan taksi Green SM yang diduga sebagai penyebab awal kecelakaan tersebut.

Pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian imbas kecelakaan kereta antara Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi, Jawa Barat.

"Termasuk dalam hal ini Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan daratnya telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green," kata Teddy dikutip dari Instagram @sekretariat.presiden, Selasa (28/4/2026).

DPR Dukung Evaluasi Taksi Hijau

Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto mendukung langkah pemerintah untuk turut mengevaluasi armada taksi Green SM, menyusul kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Politikus PDI-P itu menilai evaluasi tersebut penting dilakukan, untuk memastikan ada atau tidaknya gangguan teknis pada taksi yang diduga kuat terlibat dalam insiden tersebut

“Jika perlu, lakukan inspeksi menyeluruh terhadap armada taksi listrik untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat pengguna,” ujar Sofwan, Selasa (28/4/2026).

Sofwan bahkan meminta pemerintah menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat terkait dugaan gangguan pada armada taksi listrik.

Menurut dia, perlu ada klarifikasi apakah taksi yang berada di perlintasan saat kejadian mengalami kendala teknis hingga berhenti di tengah rel.

“Apakah taksi yang ditabrak di perlintasan Bekasi Timur mengalami kendala teknis sehingga berhenti di tengah rel,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Sofwan juga menyoroti pentingnya mengungkap pemicu awal kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL, taksi, dan KA Argo Bromo Anggrek, serta mengevaluasi sistem mitigasi kecelakaan di stasiun-stasiun padat.

Dia mendesak Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) agar menginvestigasi menyeluruh kasus kecelakaan tersebut.

“Sistem monitoring digital dan petugas kok bisa gagal mendeteksi atau mengantisipasi Kereta Argo Bromo agar tidak melaju dan menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti di stasiun?” ujar Sofwan.

Sopir Diamankan Polisi

GELAGAT - Sopir taksi hijau Green SM Indonesia kebingungan saat mobilnya ditabrak KRL rute Bekasi-Jakarta di rel perlintasan kereta api tepatnya di JPL 85 Bekasi. 
GELAGAT - Sopir taksi hijau Green SM Indonesia kebingungan saat mobilnya ditabrak KRL rute Bekasi-Jakarta di rel perlintasan kereta api tepatnya di JPL 85 Bekasi.  (istimewa/TMC Polda Metro Jaya/Thread)

Sopir taksi Green SM diamankan di Polres Metro Bekasi Kota usai kendaraannya tertabrak kereta rel listrik (KRL) di pelintasan kereta Jalan Ampera, Bekasi, tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

"Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota ya, Bekasi Kota untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Pak Kasat Lantas," ucap Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, di sekitar pelintasan kereta, Selasa (28/4/2026).

Sandhi menduga taksi berwarna hijau tersebut mengalami gangguan kelistrikan saat melintasi rel kereta, sehingga mesin kendaraan mati di tengah pelintasan.

"Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik, Di mana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera," ungkapnya.

Ia menambahkan, kecelakaan yang melibatkan KRL dan taksi listrik tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, melainkan hanya kerugian material.

Namun, kejadian tersebut membuat perjalanan kereta lainnya terganggu sampai akhirnya Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi.

"(KA Argo Bromo tabrak KRL) mungkin akibat kurangnya koordinasi ataupun informasi, tidak mampu memberikan informasi menyeluruh ataupun akurat kepada kereta api Argo Bromo Anggrek," tuturnya.

Sandhi juga menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah mobil taksi tersebut menerobos pelintasan, mengingat fasilitas palang pintu di lokasi masih sederhana.

"Ya kita tidak bisa katakan ini menerobos karena di perlintasan ini tidak ada palang pintu kereta api seperti yang kita lihat di sana," tuturnya.

"Palang pintu dibuat oleh masyarakat secara swadaya, budi baik dari para masyarakat di sini untuk mendukung keselamatan," imbuhnya.

Polisi mencatat jumlah korban tewas dalam kejadian tersebut mencapai 15 orang.

Sementara itu, para korban luka saat ini menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. (kompas.com/tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.