10 dari 15 Jenazah Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur Teridentifikasi, Seluruhnya Perempuan
Nuryanti April 28, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Rumah Sakit Polri Kramat Jati berhasil mengidentifikasi 10 dari 15 jenazah yang menjadi korban tabrakan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL Commuter Line lintasan Cikarang yang terjadi pada Senin (27/4/2026).

Proses identifikasi ini berdasarkan pengambilan data primer milik korban seperti sidik jari dan data sekunder yakni riwayat medis atau barang yang dimiliki.

"Jadi proses identifikasi berdasarkan penggunaan data primer seperti sidik jari atau data sekunder seperti medis dan properti," kata Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, dalam konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Selasa (28/4/2026).

Adapun berikut daftar 10 korban meninggal dunia yang telah berhasil teridentifikasi.

1. Tutik Anitasari (perempuan, 31 tahun, warga Bekasi)
2. Harum Anjasari (perempuan, 27 tahun, warga Cipayung, Jakarta Timur)
3. Nur Alimantun Citra Lestari (perempuan, 19 tahun, warga Jambi)
4. Farida Utami (perempuan, 50 tahun, warga Cibitung, Bekasi)
5. Vica Acnia Pratiwi (perempuan, 23 tahun, warga Cikarang Barat)
6. Ida Nuraida (perempuan, 48 tahun, warga Cibitung, Bekasi)
7. Gita Septiawardani (perempuan, 20 tahun, warga Cibitung, Bekasi)
8. Fatmawati Rahmayani (perempuan, 29 tahun, warga Bekasi Selatan)
9. Arinjani Novitasari (perempuan, 25 tahun, warga Tambun Selatan, Bekasi)
10. Nur Ainia Eka Rahmadynna (perempuan, 32 tahun, warga Tambun Selatan, Bekasi)

Pada kesempatan yang sama, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting, menuturkan bahwa lima jenazah lainnya telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Dia mengatakan kelima jenazah tersebut sempat berada di beberapa rumah sakit di Bekasi.

"Kemarin ketika evakuasi kan ada yang dibawa di rumah sakit di sekitar Bekasi, ada yang meninggal yaitu di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi ada tiga orang (korban meninggal dunia), Rumah Sakit Bella satu orang, Rumah Sakit Mitra Bekasi Timur satu orang."

"Jenazah dari tiga rumah sakit itu kini sudah diserahkan ke pihak keluarga," katanya.

Baca juga: Cegah Tabrakan Kereta Terulang, Pengamat Sarankan KAI Gunakan Teknologi Automatic Train Protection

Sementara, 10 jenazah yang teridentifikasi di RS Polri menderita luka berat di hampir seluruh anggota tubuh akibat tabrakan yang terjadi.

Jasa Raharja Beli Santunan Rp50 Juta bagi Korban Meninggal Dunia

Perwakilan dari Jasa Raharja, Syaiful Hidayat, mengungkapkan pihaknya akan memberikan santunan sebesar Rp50 juta bagi korban meninggal dunia.

Adapun santunan itu akan diberikan kepada ahli warisnya.

Sementara, kata Syaiful, korban luka menerima santunan sebesar Rp20 juta.

"Seluruh korban akibat kejadian ini baik luka-luka ataupun meninggal dunia akan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja. Santunan untuk korban luka-luka itu maksimal Rp20 juta dan untuk korban meninggal dunia Rp 50 juta dan akan diberikan kepada ahli warisnya," katanya dalam konferensi pers yang sama.

Dia mengungkapkan proses pemberian santunan akan segera diselesaikan secepatnya.

Syaiful mengatakan pihaknya akan langsung mendata ahli waris dari keluarga korban setelah proses identifikasi selesai.

"Sesegera mungkin akan kami selesaikan. Setelah teridentifikasi ini, kami akan segera mendata ahli waris korban untuk memberikan santunan kepada ahli waris korban," ujarnya.

Kronologi

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kecelakaan bermula saat rangkaian KRPL lintasan Cikarang menabrak taksi dari Green SM di perlintasan sebidang Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85 di daerah Bulak Kapal.

Tabrakan terjadi akibat taksi listrik itu terhenti di tengah perlintasan.

Baca juga: Selamat dari Maut, Sausan Ungkap Ketakutan Penumpang di Sekitarnya: Tak Mau Naik Kereta Lagi

Lalu sebagai dampak dari tabrakan tersebut, rangkaian KRL langsung dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB).

Kemudian, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya Pasar Turi tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KRL lintas Cikarang yang berhenti.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.