TRIBUNNEWS.COM - Jemaah haji wajib melaksanakan rangkaian ibadah haji sesuai rukun yaitu mulai dari ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa'i, tahallul, dan tertib.
Ihram yaitu jemaah haji mulai berniat haji dari tempat tertentu (miqat), lalu mengenakan pakaian ihram.
Sejak berniat haji, jemaah harus menjaga diri dengan tidak berkata/berbuat buruk atau melakukan hal yang dilarang selama ihram.
Setelah berihram, jemaah haji melakukan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah.
Arafah adalah dataran luas yang terletak sekitar 20 kilometer di sebelah tenggara Mekah, Arab Saudi.
Di Arafah, terdapat bukit-bukit rendah yang mengelilinginya, termasuk Jabal Rahmah, bukit yang dipercaya sebagai tempat Nabi Adam dan Hawa dipersatukan kembali di Bumi.
Wukuf di Arafah diisi dengan kegiatan ibadah seperti berdoa, berzikir, membaca Al-Quran.
Selain itu, wukuf di Arafah dipercaya sebagai salah satu momen yang mustajab untuk berdoa, maka jemaah dianjurkan untuk terus berzikir dan membaca talbiyah.
Dalam buku Manasik Haji dan Umrah 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah membagikan doa-doa yang dibaca ketika wukuf di Arafah sebagai berikut.
Baca juga: Jadwal Wukuf di Arafah bagi Jemaah Haji 2026 dan Rangkaian Ibadahnya
Allāhumma ilaika tawajjahtu wa wajhaka al-karīma aradtu, faj‘al dzambī maghfūran wa ḥajjī mabrūran, warḥamnī wa lā tukhayyibnī, innaka ‘alā kulli syai’in qadīr.
Artinya: "Ya Allah, hanya kepada-Mu aku menghadap dan terhadap-Мu Tuhan Yang Pemurah aku mengharap, maka jadikan dosa-ku terampuni, hajiku diterima, sayangilah aku dan jangan permalukan. Sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Allāhumma ilaika tawajjahtu, wa bika i‘taṣamtu, wa ‘alaika tawakkaltu. Allāhumma ij‘alnī mimman tubāhī bihi al-yauma malāikataka, innaka ‘alā kulli syai’in qadīr.
Artinya: "Ya Allah, hanya kepada-Mu aku menghadap, hanya dengan-Mu aku berpegang teguh dan kepada-Mu aku berserah diri. Ya Allah, jadi kanlah aku di antara orang yang hari ini Engkau banggakan di hadapan Malaikat-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Allāhumma ighfir lī wa tub ‘alayya wa a‘thinī su’lī wa wajjih lī al-khaira aynamā tawajjahtu. Subḥānallāh wal-ḥamdu lillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku, terimalah taubatku, penuhilah segala permintaanku dan hadapkanlah kebaikan kepadaku dimana-pun aku menghadapkan diri. Maha Suci Allah, segala puji hanya bagi Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Agung."
Labbaika Allāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.
Artinya: "Aku sambut panggilan-Mu ya Allah, aku sambut panggilan-Mu, aku sambut panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku sambut panggilan-Mu. Segala puji, kemuliaan, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu."
Allāhumma ṣalli wa sallim ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā āli sayyidinā Muḥammad.
Artinya: "Ya Allah, limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya."
Allāhumma innā nas’aluka riḍāka wal-jannah, wa na‘ūdzu bika min sakhaṭika wan-nār. Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā ‘adzāban-nār.
Artinya: "Ya Allah, kami memohon keridaanMu dan surga, dan kami berlindung pada-Mu dari murkaMu dan siksa neraka Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka."
Wukuf di Padang Arafah bukan sekadar berdiam diri secara fisik, tetapi merupakan momen puncak perjalanan spiritual dalam ibadah haji.
Di tempat ini, jutaan manusia dari berbagai latar belakang berkumpul dalam pakaian ihram yang sama, tanpa perbedaan status sosial, seakan menggambarkan kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT.
Kementerian Agama menjelaskan, wukuf menjadi ruang refleksi terdalam, di mana seseorang berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan untuk merenungi diri, menyadari kesalahan, serta memohon ampun dengan penuh kerendahan hati.
Inilah saat manusia kembali mengenali jati dirinya sebagai hamba yang lemah dan bergantung sepenuhnya kepada Sang Pencipta.
Lebih dari itu, Arafah juga mengandung makna “pengenalan” (ma’rifah), yaitu proses mengenal diri yang mengantarkan pada pengenalan kepada Allah SWT.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, doa, zikir, dan taubat mengalir tanpa henti, mempertemukan kesadaran kognitif dengan kesadaran spiritual.
Wukuf menjadi titik balik kehidupan, tempat seseorang menata ulang niat, memperbaiki arah hidup, dan memperkuat hubungan dengan Tuhan.
Karena itulah Rasulullah SAW bersabda, “Al-hajju ‘Arafah”, menegaskan bahwa inti haji terletak pada momen kesadaran dan perjumpaan batin yang terjadi di Arafah.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)