Soal Usulan Gerbong Wanita di KRL Pindah ke Tengah, Menko AHY Tak Sependapat: Fokusnya Safety First
Nanda Lusiana Saputri April 28, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku tak sependapat dengan usulan pemindahan gerbong wanita pada rangkaian KRL Commuter Line ke tengah, buntut insiden tabrakan antara KRL dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Usulan pemindahan gerbong wanita di KRL ke bagian tengah ini sebelumnya diungkap oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi.

Menurut AHY, baik wanita maupun laki-laki memiliki kedudukan sama dan berhak atas keamanan yang sama dalam penggunaan transportasi publik.

Pemberian jaminan keamanan dalam penggunaan transportasi publik ini juga tak boleh memandang gender, karena baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama untuk memperoleh keamanan.

"Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan lakinya, tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat, menghadirkan rasa aman, nyaman."

"Dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon, tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik," ucap AHY di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026), dilansir Kompas.com.

Meski demikian, AHY menyadari akan adanya kekhawatiran karena posisi perempuan yang notabene adalah kelompok rentan, justru mendapat risiko tertinggi, seperti insiden tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek kemarin.

"Memang belum pernah terjadi sebelumnya ada tumbukan dari KRL dari belakang dihantam. Dan kebetulan yang paling belakang adalah kereta khusus wanita."

"Jadi pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru yang mendapatkan bisa dikatakan risiko yang paling tinggi," ungkap AHY.

Menteri PPPA Usul Gerbong Perempuan Pindah ke Tengah

KONTROVERSI GAME ROBLOX - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyatakan, kekhawatirannya saat anak-anak bermain  Roblox. Dia berharap, orang tua bisa melakukan pengawasan kepada anak-anak saat menggunakan gadget. Ia menyebut, hampir semua kekerasan yang dialami oleh anak-anak dan dilakukan oleh anak-anak bersumber dari gadget. Hal itu disampaikan saat ditemui di kantor KemenPPPA, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2026).
KONTROVERSI GAME ROBLOX - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyatakan, kekhawatirannya saat anak-anak bermain Roblox. Dia berharap, orang tua bisa melakukan pengawasan kepada anak-anak saat menggunakan gadget. Ia menyebut, hampir semua kekerasan yang dialami oleh anak-anak dan dilakukan oleh anak-anak bersumber dari gadget. Hal itu disampaikan saat ditemui di kantor KemenPPPA, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2026). (Tribunnews.com/Rina Ayu)

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan perubahan penempatan gerbong khusus perempuan pada rangkaian KRL.

Usulan ini menyusul tabrakan yang melibatkan KRL dan Kereta Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Arifah mengatakan, usulan tersebut sudah disampaikan kepada  PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Baca juga: Danantara Percepat Flyover Bekasi Respons Tragedi Maut KRL-Argo Bromo

Selama ini, gerbong khusus perempuan ditempatkan di bagian depan dan belakang rangkaian kereta untuk menghindari penumpukan penumpang.

“Kalau tadi kami ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan dan belakang itu supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kami mengusulkan kalau bisa gerbong perempuan ditempatkan di tengah,” ujar dia saat mengunjungi korban di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Arifah beralasan, perubahan gerbong khusus perempuan ini menjadi bagian tengah dinilai lebih aman, terutama dalam situasi darurat atau kecelakaan.

Dengan posisi tersebut, gerbong perempuan tidak berada di titik paling rawan saat terjadi kecelakaan.

Ia menjelaskan, gerbong bagian depan dan belakang dapat diisi penumpang laki-laki, sementara yang khusus perempuan berada di bagian tengah rangkaian.

“Jadi yang laki-laki di ujung depan dan belakang sementara yang perempuan di tengah,” jelasnya.
Meski demikian, usulan ini masih akan  dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait.

Baca juga: 4 Saran Evaluasi seusai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Pemisahan Jalur KRL dan Kereta Antarkota

UPDATE Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Anggrek

EVAKUASI GERBONG KRL - Sejumlah petugas gabungan TNI, Polri, Basarnas dan KAI melakukan evakuasi gerbong KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Petugas melakukan pemotongan gerbong KRL saat melakukan evakuasi korban tabrakan tersebut. Sebagai informasi dalam insiden tersebut ada tujuh penumpang meninggal dunia ementara 81 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Tribunnews/Jeprima
EVAKUASI GERBONG KRL - Sejumlah petugas gabungan TNI, Polri, Basarnas dan KAI melakukan evakuasi gerbong KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Petugas melakukan pemotongan gerbong KRL saat melakukan evakuasi korban tabrakan tersebut. Sebagai informasi dalam insiden tersebut ada tujuh penumpang meninggal dunia ementara 81 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta di perlintasan Stasiun Bekasi Timur kini bertambah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan per Selasa (28/4/2026) siang ini jumlah korban meninggal dunia menjadi 15 orang.

Menurutnya rincian korban meninggal dunia di antaranya 10 jenazah di RS Polri, 3 jenazah di RSUD bekasi, 1 jenazah di RS Bela, dan 1 jenazah di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Kombes Budi menuturkan untuk korban luka-luka tercatat sebanyak 76 orang.

"Total korban luka dan meninggal dunia 91 orang," ungkapnya.

RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri melakukan proses identifikasi korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Bekasi.

Sebanyak 10 kantong jenazah telah diterima sejak Selasa (28/04/2026) pukul 03.00 WIB.

Kepala RS Bhayangkara, Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut.

Baca juga: Terekam Kesaksian Masinis KA Argo Bromo Anggrek Syok saat Kejadian, Khawatirkan Penumpang KRL

Ia mengungkapkan seluruh jenazah yang diterima berjenis kelamin perempuan.

Hingga saat ini, tujuh keluarga korban telah melapor ke Posko Antemortem untuk memberikan data terkait anggota keluarga yang hilang.

Menurut Prima, proses identifikasi dilakukan dengan metode pencocokan data antemortem dari pihak keluarga dengan data postmortem yang diperoleh dari jenazah. 

Proses ini melibatkan tim gabungan dari Pusident Polri, Polda Metro Jaya, Polres, hingga Mabes Polri.

Ia menjelaskan, setelah seluruh data terkumpul, tim akan melakukan rekonsiliasi guna memastikan kecocokan sebelum identitas korban diumumkan secara resmi.

Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke Posko Antemortem. 

Keluarga diminta membawa data pendukung seperti foto korban (terutama yang memperlihatkan kondisi gigi), identitas diri, ijazah, maupun dokumen lain yang memuat data sidik jari.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Rina Ayu Panca Rini/Reynas Abdila)(Kompas.com/Ridho Danu Prasetyo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.