TRIBUNTRENDS.COM - Pemerintah Kota Yogyakarta bergerak cepat menyikapi penutupan daycare Little Aresha yang tersandung kasus kekerasan.
Langkah ini diambil untuk memastikan ratusan anak yang terdampak tetap mendapatkan layanan pengasuhan yang layak.
Sebanyak 15 tempat penitipan anak telah disiapkan sebagai lokasi alternatif bagi 103 anak yang sebelumnya terdaftar di daycare tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP2AP3KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, menyampaikan bahwa pemetaan lokasi dilakukan bersama Dinas Pendidikan.
Upaya ini bertujuan agar proses pemindahan anak dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas belajar dan perkembangan mereka.
Selain 15 lokasi yang sudah tersedia, pemerintah juga tengah menyiapkan tambahan 17 tempat penitipan anak lainnya.
Lokasi-lokasi baru tersebut direncanakan segera dibuka dalam waktu dekat untuk menampung kebutuhan yang ada.
Dengan langkah ini, Pemkot Yogyakarta berharap seluruh anak yang terdampak tetap mendapatkan pengasuhan yang aman dan nyaman.
Baca juga: Semakin Banyak Anak yang Masuk Makin Untung, Motif Daycare Little Aresha, 1 Pengasuh Urus 10 Bocah
Kabar baik bagi para orangtua korban, Pemkot Yogyakarta memastikan seluruh biaya penitipan anak di lokasi baru akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
Fasilitas ini diberikan untuk meringankan beban wali murid pasca-penggerebekan Little Aresha oleh pihak kepolisian.
“Untuk biaya, tidak perlu risau karena akan ditanggung oleh Pemkot sampai akhir semester, tepatnya hingga bulan Juni mendatang,” tegasnya.
Selain bantuan fasilitas, Pemkot juga telah membuka hotline help desk di PPA.
Hingga saat ini, tercatat sudah ada 149 orang yang menghubungi layanan tersebut.
Tim medis dari Dinas Kesehatan juga mulai dikerahkan untuk melakukan skrining tumbuh kembang terhadap anak-anak yang menjadi korban penelantaran.
Baca juga: Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha Yogyakarta, Kampus Beri Penjelasan Soal Statusnya
Belajar dari peristiwa Little Aresha, Retnaningtyas membeberkan sejumlah kriteria daycare yang baik dan layak bagi anak.
Hal yang paling krusial adalah keterbukaan informasi, di mana orangtua harus memiliki akses penuh untuk memantau CCTV di seluruh area sekolah.
“Kriteria yang baik itu ada keterbukaan informasi lewat CCTV, adanya grup WhatsApp untuk kemudahan akses, kejelasan kurikulum, sanitasi yang baik, serta kerja sama dengan Puskesmas setempat untuk memantau tumbuh kembang secara rutin,” jelasnya.
Sebelumnya, Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus Little Aresha, termasuk Ketua Yayasan berinisial DK dan Kepala Sekolah berinisial AP.
Motif ekonomi diketahui menjadi pemicu utama, di mana pengelola memaksakan kapasitas berlebih demi keuntungan materiil, yang berujung pada tindakan kekerasan dan penelantaran terhadap para bayi.
(TribunTrends.com/Kompas.com)