TRIBUNNEWS.COM - Pertandingan besar akan tersaji di Liga Champions saat Bayern Munchen dan PSG saling senggol di babak semifinal.
PSG akan menjadi tuan rumah terlebih dahulu dengan menjamu Bayern di Parc des Princes pada Rabu (29/4/2026) pukul 02.00 WIB.
Barangkali tak sedikit pihak yang memberikan label pertandingan PSG dan Bayern Munchen sebagai final terlalu dini.
Laju nyaris sempurna yang dimiliki kedua tim di musim ini bisa menjadi salah satu pendorong kuat.
Ada juga yang beranggapan soal skuad yang dimiliki kedua tim sama-sama kuat.
PSG tersohor berkat kemampuan mereka mendorong pemain muda menjadi sosok penting dalam tim.
Baca juga: Daftar Pemain Bayern Munchen Lawan PSG di Liga Champions: Gnabry Absen, Harry Kane dan Luis Diaz Fit
Pemain seperti Joao Neves, Desire Doue, dan Warren Zaire-Emery berpadu manis dengan Ousmane Dembele, Fabian Ruiz, dan Nuno Mendes yang bisa dibilang termasuk pemain senior.
Bayern sebenarnya punya pola serupa.
Mereka memiliki barisan pemain muda mengerikan, seperti Josip Stanisic dan Jamal Musiala.
Ada juga peran pemain senior seperti Harry Kane hingga Manuel Neuer yang punya andil besar di dalam tim tersebut.
Kemiripan peta kekuatan kedua tim memerlukan penjelas yang memiliki otoritas tinggi.
Seperti yang dikatakan pelatih PSG, Luis Enrique.
Pendapat Enrique barangkali tak akan terlalu netral dalam menilai peta kekuatan tim di sisa Liga Champions musim ini.
Namun, Enrique punya bukti kuat soal keunggulan pasukannya atas tim-tim lainnya.
Datang ke ajang ini dengan status sebagai juara bertahan barangkali menjadi flexing tertinggi dari pelatih asal Spanyol ini.
Kini, pasukan PSG datang ke penambahan kekuatan yang luar biasa.
Masuknya Ilnya Zabarnyi dan Dro Fernandez menambah kekuatan Les Parisiens.
Ia yakin tim asuhannya adalah tim terkuat di Eropa saat ini, lebih unggul dari Bayern yang juga tak kalah luar biasa.
"Arsenal memiliki musim yang luar biasa, tetapi PSG dan Bauern adalah dua tim terkuat di Eropa saat ini," kata Enrique dikutip dari Soha.
"Dalam urusan konsistensi, Bayern barangkali sedikit lebih baik daripada kami."
"Namun kami membuktikan diri dengan menjadi yang pertama (juara) di Eropa."
"Tidak ada tim yang lebih kuat dari PSG. Saya sudah mengatakannya sebelum babak 16 besar, ketika PSG belum menghadapi tim kuat mana pun."
"Tidak ada yang lebih kuat dari PSG. Namun kami juga memiliki rasa hormat besar kepada tim-tim lainnya," sambungnya.
Pertemuan dua raksasa Eropa ini sarat gengsi dan sejarah. PSG mengusung ambisi meraih gelar Liga Champions secara beruntun, sementara Bayern Munchen bertekad kembali ke final untuk pertama kalinya sejak 2020.
Performa PSG musim ini di kompetisi Eropa terbilang impresif.
Tim berjuluk Les Parisiens itu tengah menikmati periode terbaiknya dengan mencatatkan empat kemenangan beruntun atas tim-tim kuat seperti Chelsea dan Liverpool.
Dalam rangkaian tersebut, PSG mencetak total 12 gol, menegaskan ketajaman lini serang mereka.
Pencapaian ini juga membawa PSG menorehkan sejarah dengan lolos ke semifinal Liga Champions dalam tiga musim berturut-turut, sesuatu yang belum pernah diraih klub Prancis sebelumnya.
Di bawah arahan Luis Enrique, PSG tampil lebih matang dan konsisten di panggung Eropa.
Kini, mereka juga memburu rekor sebagai klub Prancis pertama yang mencapai 100 kemenangan di Liga Champions.
Menariknya, kemenangan pertama PSG di kompetisi ini diraih saat menghadapi Bayern Munchen pada fase grup musim 1994/1995.
Dengan sepenggal rekor ini, partai antara PSG dan Bayern Munchen bakal menyajikan gengsi luar biasa.
(Tribunnews.com/Guruh)