UNESCO Umumkan Penetapan 12 Geopark Global Baru, Ada Tetangga RI
GH News April 28, 2026 08:10 PM
Jakarta -

Sebanyak 12 UNESCO Global Geoparks baru saja resmi ditetapkan oleh organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan dunia tersebut. Lokasinya tersebar di berbagai negara mulai dari China, Jepang, hingga Tunisia yang menandai kehadiran geopark pertamanya. Di mana saja lokasi lengkapnya?

Dalam satu dekade terakhir, Geopark Global UNESCO telah membuktikan, melindungi warisan geologis bukan sekadar soal pelestarian batu, melainkan juga memajukan ilmu pengetahuan dan memperkuat ketahanan masyarakat lokal. Kehadiran situs-situs ini menjadi komitmen global untuk mewariskan pengetahuan dengan menempatkan komunitas setempat sebagai pusatnya.

"Setiap formasi batuan, setiap ngarai, dan setiap fosil menceritakan kisah yang menjadi milik seluruh umat manusia. Geopark Global UNESCO menunjukkan bahwa melindungi warisan geologi juga berarti memajukan sains dan memperkuat pendidikan," ungkap Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany, dilansir laman resmi UNESCO.

Geopark sendiri merupakan wilayah yang diakui karena kekayaan warisan geologisnya, baik berupa formasi batuan, situs fosil, hingga bentang alam gurun kuno. Setiap situs tersebut menjadi saksi sejarah, evolusi, serta perubahan iklim planet Bumi yang dipadukan dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat adat dan komunitas lokal.

12 UNESCO Global Geoparks yang Baru Diresmikan

1. Changshan UNESCO Global Geopark, China

Terletak di persimpangan kawasan Yangtze dan Cathaysia, geopark ini merupakan museum geologi alami yang menyimpan sejarah bumi selama satu miliar tahun. Kawasan pegunungan ini memiliki iklim monsun subtropis dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Selain geologinya, Changshan dihuni oleh sekitar 300.000 orang dari sembilan kelompok etnis. Wilayah ini terkenal sebagai pusat sastra Dinasti Song dan menjadi penghasil utama jeruk changshan-hayou serta kamelia minyak teh di China.

2. Mt Siguniang UNESCO Global Geopark, China

Berada di tepi timur Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, geopark ini menampilkan medan pegunungan yang spektakuler dengan puncak-puncak setinggi lebih dari 5.000 meter. Formasi geologinya memberikan wawasan penting mengenai proses tabrakan benua dan pengangkatan dataran tinggi Tibet.

Kawasan ini merupakan pemukiman utama bagi komunitas Tibet Jiarong. Setiap tahun, masyarakat setempat mengadakan Festival Ziarah Gunung Siguniang sebagai penghormatan terhadap legenda empat gadis yang berubah menjadi puncak gunung.

3. Terres d'Hérault UNESCO Global Geopark, Prancis

Geopark yang terletak di Prancis Selatan ini menampilkan sejarah geologi selama 540 juta tahun melalui ngarai dalam dan formasi batuan merah yang ikonik. Situs geologi yang terkenal di sini meliputi kawah Navacelles dan Danau Salagou.

Kawasan ini mencakup 112 wilayah dengan lebih dari 100.000 penduduk. Budaya Occitan sangat mengakar kuat di sini, di mana masyarakat lokal mash aktif menggunakan bahasa Occitan dan menjaga tradisi agraris seperti peternakan dan kebun anggur.

4. Nisyros UNESCO Global Geopark, Yunani

Terletak di Laut Aegean, geopark ini mencakup pulau vulkanik Nisyros dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Wilayah ini merupakan salah satu sistem vulkanik termuda dan paling aktif di Yunani, dengan kawah hidrotermal Stefanos sebagai daya tarik utamanya.

Selain fenomena vulkaniknya, desa-desa seperti Nikia dan Mandraki mempertahankan arsitektur batu vulkanik yang unik. Tanah vulkanik yang subur juga mendukung pertanian skala kecil dan keberadaan spesies tanaman langka.

5. Joyce Country and Western Lakes Global Geopark, Irlandia

Geopark ini menceritakan kisah bumi selama 700 juta tahun, termasuk satu-satunya fjord di Irlandia yang terletak di Killary Harbour. Wilayah timurnya dicirikan oleh medan batu kapur dengan sistem gua dan mata air yang mengalir sangat cepat.

Menariknya, sekitar 60 persen area geopark merupakan wilayah Gaeltacht di mana bahasa Irlandia menjadi bahasa utama dalam kehidupan sehari-hari. Budaya lokal seperti musik, kerajinan keranjang tradisional, dan olahraga Gaelic tetap dilestarikan oleh masyarakat setempat.

6. Miné-Akiyoshidai Karst Plateau UNESCO Global Geopark, Jepang

Kawasan ini terkenal dengan dataran tinggi karst Akiyoshidai yang memiliki gua batu kapur yang sangat luas. Geopark ini menyimpan catatan ekosistem laut purba dari 80 juta tahun yang lalu serta jejak kehidupan darat setelah kepunahan massal Permian.

Secara historis, ekonomi wilayah ini bertumpu pada pertanian dan pertambangan tembaga. Tembaga dari daerah ini bahkan digunakan dalam pembuatan Patung Budha Besar di Nara yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO.

7. Lenggong UNESCO Global Geopark, Malaysia

Terletak di Perak, geopark ini memiliki lanskap tropis yang menjadi rumah bagi harimau Malaya yang terancam punah. Warisan geologinya meliputi bukti aktivitas vulkanik kuno dan dampak meteorit yang terjadi sekitar 1,8 juta tahun yang lalu.

Lembah Lenggong juga diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena memiliki urutan arkeologi terpanjang di dunia. Penduduknya yang berjumlah 61.000 jiwa terdiri dari berbagai etnis, termasuk masyarakat adat Orang Asli.

8. Sarawak Delta UNESCO Global Geopark, Malaysia

Geopark ini terletak di Sarawak Barat dan mencerminkan sejarah geologi Borneo selama 250 juta tahun. Wilayah ini dicirikan oleh sistem delta sungai yang luas dengan keanekaragaman hayati tropis yang luar biasa.

Kawasan ini dihuni oleh lebih dari 600.000 orang, termasuk etnis Bidayuh yang memiliki tarian Elang yang khas. Kota Kuching di dalam geopark ini juga dinobatkan sebagai Kota Gastronomi UNESCO karena kekayaan kuliner jalanannya.

9. Algarvensis UNESCO Global Geopark, Portugal

Berada di wilayah Algarve, geopark ini menyimpan catatan sejarah geologi selama 330 juta tahun. Dua fitur geologi yang paling unik adalah deposit tsunami dari gempa bumi Lisbon tahun 1755 dan tambang garam Loulé yang merupakan titik terdalam di Portugal yang dibuka untuk umum.

Selain pariwisata pesisir yang ramai, geopark ini mempromosikan Diet Mediterania dan kerajinan tradisional di desa-desa pedalaman. Upaya ini dilakukan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi antara wilayah pantai dan pedalaman.

10. Toratau UNESCO Global Geopark, Rusia

Geopark ini terletak di Republik Bashkortostan dan mencakup sisa-sisa terumbu karang raksasa purba yang dikenal sebagai Shikhany. Batuan di sini memiliki nilai ilmiah tinggi karena mencatat sejarah Southern Urals dari satu miliar tahun yang lalu.

Kawasan ini juga melestarikan reruntuhan pemukiman kuno dan benteng-benteng bersejarah. Masyarakat setempat aktif mengembangkan program edukasi untuk memperkenalkan budaya, masakan, dan kerajinan tangan khas Bashkir kepada pengunjung.

11. Dahar UNESCO Global Geopark, Tunisia

Dahar merupakan geopark ketiga di Afrika yang diakui UNESCO. Terletak di Tunisia Selatan, kawasan ini menampilkan lapisan batuan dari era Mesozoikum dan menjadi situs tempat terbukanya Great Rift sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Adaptasi manusia terhadap lingkungan kering di sini sangat luar biasa, terlihat dari sistem air tradisional, lumbung berbenteng (ksour), dan tempat tinggal bawah tanah (troglodit). Hal ini menunjukkan hubungan erat antara geologi dan cara hidup masyarakat lokal.

12. Manantiales Serranos UNESCO Global Geopark, Uruguay

Terletak di Departemen Lavalleja, geopark ini didominasi oleh batuan metamorf dan beku yang merekam pecahnya benua kuno Gondwana. Wilayah ini menjadi sumber air minum bagi 60 persen populasi Uruguay melalui hulu Sungai Santa Lucía.

Nama "Manantiales Serranos" yang berarti Mata Air Pegunungan dipilih langsung oleh masyarakat setempat. Ekonomi wilayah ini bergantung pada pertanian, peternakan, pertambangan, dan pariwisata yang sangat menghargai konservasi sumber daya alam.

Nah, itulah 12 UNESCO Global Geopark terbaru di dunia yang memiliki nilai sejarah dan budaya serta keunikan alam yang luar biasa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.