Dedi Mulyadi Takziah ke Rumah Duka Nurlaela, Serahkan Santunan Sebesar Rp 50 juta
Dwi Rizki April 28, 2026 08:23 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM mendatangi rumah duka korban meninggal kecelakaan kereta bernama Nurlaela (40) di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi pada Selasa (28/4/2026) sore.

Kedatangannya bersama pejabat Pemprov Jabar langsung diterima keluarga korban. KDM langsung berbincang dengan ibu dan ayah korban yang telah menunggu di depan rumahnya.

Kemudian, KDM masuk ke dalam rumahnya. Di dalam ia bertemu dengan suami dan anak korban Nurlaela.

Kurang lebih 20 menit KDM menayakan cerita dari keluarga mengenai kejadian yang menimpa Nurlaela.

Tak lama itu, KDM mengungkap akan menjadikan anak Nurlaela sebagai anak angkatnya dan menjamin biaya untuk sekolahnya sampai kuliah.

Pada kesempatan itu, KDM menyampaikan belasungkawa dan memberikan uang santunan sebesar Rp 50 juta.

Kepada awak media, Dedi Mulyadi mendorong investigatif yang dilakukan pihak berwenang untuk mencari tahu penyebab kecelakaan tersebut.

Baca juga: Sastra Winara Apresiasi TMMD 2026, Tak Cuma Bangun Jalan Tapi Dongkrak Kualitas Hidup Warga Cigudeg

"Saya dan atas nama pemerintah provinsi mengucapkan rasa duka kami. Kepada keluarga almarhuman Nurlaela dan juga korban lainnya baik yang meninggal, luka-luka yang masih dirawat maupun sudah pulang," kata Dedi Mulyadi.

Dedi menegaskan kembali semua hal terkait kecelakaan harus diinvestigasi dengan baik, sehingga di Indonesia tidak boleh ada lagi kecelakaan kendaraan angkutan massal atau transportasi publik yang menyebabkan korban jiwa.

"Kita berkomitmen berikan bantuan alami luka-luka, masih dirawat maupun sudah meninggal dan ini bersama-sama karena ditangani BPJS, KAI, asuransi dan termasuk bapak presiden sudah turun," kata dia.

Tangis haru menyelimuti pemakaman Nurlaela (30) warga Cikarang Timur Kabupaten Bekasi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur.

Korban merupakan warga Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Jenazah dimakaman di pemakaman tak jauh dari rumah duka.

Berdasarkan pantauan pukul 11.00 WIB pada Selasa (28/4/2026), keluarga, kerabat teman sesama guru ikut ke lokasi pemakaman. Tangispun pecah ketika jenazah mulai dimakamankan.

Terlihat tangis suami dan ibu korban pecah dan berusaha ditenangkan saudaranya.

Paman korban, Mulyadi, menuturkan kondisi jenazah almarhumah saat tiba di rumah dalam keadaan utuh, meski mengalami patah kaki dan diduga luka dalam.

“Kondisi tubuhnya utuh, tidak ada luka yang mengkhawatirkan. Cuma kakinya patah dan mungkin ada luka dalam,” kata Mulyadi.

Ia mengatakan Nurlaela sehari-hari bekerja sebagai guru PNS di SD Pejagan 11, Pulogebang, Jakarta Timur, dan rutin menggunakan KRL untuk berangkat serta pulang bekerja.

“Dia tiap hari naik KRL, pagi-sore. Memang kerjanya ngajar di sana,” ujarnya.

Mulyadi mengungkapkan jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 03.00 WIB setelah keluarga sempat mencari keberadaan korban sejak malam.

“Jam satu kami baru ketemu, terus koordinasi dan jemput. Sampai rumah jam tiga pagi,” katanya.

Sebelumnya, keluarga sempat cemas lantaran Nurlaela tak kunjung pulang dan telepon genggamnya diangkat pihak lain yang memberi informasi ponsel korban ditemukan, namun keberadaan korban belum diketahui.

“Kami sudah khawatir karena belum pulang, ditelepon tidak angkat. Pas diangkat orang lain dari pihak berwenang bilang handphone ditemukan, tapi korban belum diketahui ada di mana,” kata dia.

Nurlaela meninggalkan seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.