Satoria Resmikan Line Produksi Infus Keempat Perkuat Kemandirian Farmasi Nasional
Haorrahman April 28, 2026 08:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - PT Satoria Aneka Industri resmi mengoperasikan lini produksi cairan infus ke-4 di fasilitasnya.

Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kapasitas industri farmasi dalam negeri, sekaligus mendukung upaya kemandirian sektor kesehatan nasional.

CEO dan Founder Satoria Group, L. Alim Satria menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan perusahaan hingga tahap ini.

Ia menegaskan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja panjang sejak perusahaan dirintis pada 2014.

“Setelah 12 tahun melalui berbagai tantangan, kami berkembang dari nol hingga memiliki empat lini produksi. Dengan beroperasinya line ke-4 ini, kapasitas produksi kami mencapai 230 juta botol per tahun,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Dewan Dorong UMKM Pasuruan Naik Kelas: Dari Kekuatan Lokal Menuju Daya Saing Regional

Dengan capaian tersebut, Satoria kini menjadi salah satu produsen cairan infus terbesar di Indonesia.

Keputusan ekspansi ini, lanjutnya, didasarkan pada pertumbuhan pasar yang terus meningkat, sekaligus kinerja perusahaan yang konsisten.

“Ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, tetapi langkah untuk memastikan ketersediaan produk berkualitas dan terjangkau, sekaligus mendukung kemandirian industri farmasi nasional,” imbuhnya.

Ke depan, Satoria juga menyiapkan pembangunan line ke-5 dengan kapasitas sekitar 170 juta botol per tahun.

Baca juga: Persiapan Matang untuk Naik Kasta Musim Depan, Persekabpas Pasuruan Launching Jersey Baru

Jika terealisasi, total kapasitas produksi ditargetkan mencapai 400 juta botol per tahun pada 2028.

Perusahaan juga merencanakan penawaran saham perdana (IPO) pada 2027 untuk memperkuat ekspansi bisnis.

Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM, dr. William Adi Teja menilai langkah ekspansi ini sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan farmasi nasional.

“Ketahanan farmasi itu ketika kita tidak bergantung pada negara lain. Padahal sekitar 80 persen bahan baku obat kita masih impor. Karena itu, penguatan industri dalam negeri menjadi sangat penting,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas produksi infus menjadi langkah strategis, mengingat kebutuhan dalam negeri yang besar namun tingkat pemanfaatannya masih relatif rendah.

“Dengan adanya perluasan seperti ini, kebutuhan cairan infus dalam negeri bisa semakin terpenuhi. Ini penting untuk mendukung layanan kesehatan, termasuk program Jaminan Kesehatan Nasional,” katanya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut positif pengoperasian lini baru tersebut.

Ia menilai kehadiran Satoria menjadi bagian penting dari upaya substitusi impor di sektor kesehatan.

Baca juga: Digitalisasi Pajak Restoran Digenjot, Bapenda Pasuruan Pasang Tax Mapper

“Satoria Pharma ini menjelma menjadi industri farmasi yang kuat dan menjadi bagian dari substitusi impor. Hilirisasi di sektor kesehatan seperti ini harus terus diperkuat,” ujarnya.

Khofifah juga menyoroti pentingnya sinergi antara industri dengan fasilitas layanan kesehatan.

“Dengan kapasitas yang terus meningkat, saya berharap ada kerja sama yang lebih luas dengan rumah sakit, baik milik provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga kebutuhan cairan infus bisa dipenuhi dari dalam negeri,” katanya.

Baca juga: Lantik Pengurus KNPI, Mas Rusdi Pesan Jaga Kekompakan untuk Kontribusi Bangun Pasuruan

Menurutnya, penguatan industri farmasi dalam negeri memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan dan indeks pembangunan manusia.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap investasi di sektor kesehatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini bagian dari hilirisasi sektor kesehatan dan substitusi produk impor. Kehadiran industri seperti Satoria tidak hanya memperkuat kemandirian, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap, kehadiran line baru ini bisa semakin memperkuat posisi industri farmasi nasional.

“Sekaligus bisa memastikan ketersediaan produk kesehatan yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.