Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi berasal dari Wonogiri.
Dia adalah Ristuti Kustirahayu (37) asal Dusun Puncanganom RT 002 RW 004 Desa Bero, Kecamatan Manyaran.
Korban bekerja sebagai admin di sebuah toko material.
Paman korban, Wagimin (60) mengatakan, korban memiliki dua anak laki-laki dan perempuan.
Anak pertama korban masih duduk di bangku kelas V SD, sementara anak keduanya perempuan masih belum sekolah.
Soal pemakaman korban di Wonogiri, menurutnya itu merupakan permintaan keluarga di sini.
"Saya bilang untuk dibawa ke sini terus terang, masalahnya di sana tidak ada tempatnya. Pihak keluarga juga setuju," kata Wagimin.
Keluarga Ristuti Kustirahayu (37) mengaku kaget saat menerima kabar meninggalnya korban.
Hal itu disampaikan oleh paman korban, Wagimin (60), saat ditemui di rumah duka di Dusun Puncanganom RT 002 RW 004 Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Wonogiri, Selasa (28/4/2026).
Ia mengaku mendapat kabar itu pada Selasa dini hari sekira pukul 03.00 WIB melalui telepon.
Baca juga: Setelah Enam Tahun, Ristuti Akhirnya Pulang ke Wonogiri untuk Istirahat Selamanya
Baca juga: Kecelakaan Kereta di Bekasi: Komunikasi Terakhir dengan Sang Ayah di Wonogiri Lewat Telepon
Usai mendapat kabar itu, ia langsung mengabarkan ke kerabat yang lainnya, termasuk ayah korban.
"Keluarga dari sana mengabari kalau keponakan saya kecelakaan dan tidak tertolong," ujarnya.
Ia mengatakan saat itu keponakannya sedang dalam perjalanan pulang dari kerja. (*)