Menilik Standar Baru Keamanan Trotoar dan Ruang Publik di Tengah Tren Revitalisasi Kota
Dodi Esvandi April 28, 2026 11:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wajah kota-kota besar di Indonesia tengah bersalin rupa. 

Sejak 2018, gelombang revitalisasi area pedestrian dan fasilitas transportasi publik seperti stasiun hingga bandara masif dilakukan. 

Namun, di balik estetika trotoar yang kini lebih lebar dan rapi, terdapat tantangan teknis yang krusial: bagaimana memilih material yang tidak hanya cantik, tetapi juga mampu menjamin keselamatan pengguna di tengah cuaca ekstrem.

Berdasarkan Pedoman Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki dari Kementerian Pekerjaan Umum, keamanan menjadi poin non-negosiasi. 

Material permukaan ruang publik wajib memiliki karakteristik tidak licin (anti-slip) dan ketahanan jangka panjang. 

Hal ini menjadi penting mengingat area high traffic harus menanggung beban mobilitas tinggi, mulai dari langkah kaki ribuan orang hingga gesekan trolley barang yang intens.

Baca juga: Pedestrian Huntara Ditata Ulang, Perbaikan Dikebut Demi Kenyamanan Warga Aceh Tamiang

Solusi Durabilitas di Tengah Iklim Ekstrem

Merespons kebutuhan infrastruktur yang semakin kompleks, Niro Granite memperkenalkan Outscape Collection. 

Koleksi granite tile ini dirancang khusus sebagai jawaban atas dinamika ruang luar di Indonesia yang sering kali terpapar panas terik dan curah hujan tinggi secara bergantian.

CEO Niro Granite Indonesia, Jimmy Liew, menjelaskan bahwa pengembangan koleksi ini berawal dari pengamatan terhadap kebutuhan ruang publik yang terus berkembang.

"Kami melihat peningkatan signifikan dalam pembangunan ruang publik. Outscape Collection hadir bukan sekadar sebagai penutup lantai, tapi solusi yang menjawab tantangan iklim dan intensitas penggunaan tinggi. Ini komitmen kami mendukung infrastruktur yang aman dan berkelanjutan," ungkap Jimmy.

Berbeda dengan material lantai biasa, koleksi ini dibekali fitur weather proof dan teknologi scratch guard. 

Fitur ini memastikan permukaan lantai tetap prima meski sering terkena goresan benda keras atau beban berat, menjadikannya pilihan ideal untuk area transisi seperti stasiun atau bandara.

Hadir dalam tiga seri utama—Burlington, Dash and Alloy, serta Gravity—koleksi ini menawarkan fleksibilitas bagi arsitek. 

Dengan pilihan permukaan matt dan structured serta ukuran hingga 60x120 cm, material ini mampu memberikan fungsi keamanan tanpa mengorbankan nilai estetika bangunan.

Meski dirancang untuk spesifikasi proyek infrastruktur, tren penggunaan material "spek proyek" ini rupanya mulai merambah ke hunian pribadi. 

Pemilik rumah kini banyak mengadopsi material serupa untuk area garasi, poolside, hingga fasad bangunan guna mendapatkan ketahanan yang sama kuatnya dengan fasilitas publik.

Langkah Niro Granite dalam memperkuat infrastruktur tanah air juga dibarengi dengan tanggung jawab lingkungan. 

Seluruh produk dalam koleksi ini telah mengantongi sertifikasi SNI dan Green Label Indonesia. Hal ini menegaskan bahwa pembangunan fisik yang masif tetap bisa berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Saat ini, akses terhadap material berspesifikasi tinggi ini sudah semakin meluas. 

Selain melalui jaringan 13 gerai Creative Lab, masyarakat dan pengembang dapat menemukannya di berbagai mitra toko bangunan serta platform digital, memastikan standar keamanan ruang publik dapat diterapkan di mana saja.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.