Masjid di SMAN 1 Bambel Aceh Tenggara Terbengkalai, GeRAK Aceh Dorong APH Lakukan Penyelidikan
Rizwan April 29, 2026 12:54 AM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi|Aceh Tenggara

Tribungayo.com, KUTACANE - Bangunan megah Masjid di SMAN1 Bambel, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara terbengkalai.

Bangunan itu tak selesai dikerjakan pihak kontraktor, bahkan bangunan itu tidak diketahui besar anggarannya.

Kondisi Masjid di lingkungan sekolah itu kini tidak memiliki plafon dan lantai tanah, bahkan bangunan megah itu sudah terbengkalai lima tahun lebih.

Kondisi ini tentunya merugikan uang rakyat, karena bangunan megah mubazir.

Kepala SMAN1 Bambel, Teguh Alas SPd, mengatakan, masjid tersebut sudah cukup lama sekali terlantar dan tidak selesai dibangun pihak kontraktor.

"Bangunan masjid megah itu diduga bersumber dari anggaran Otsus Aceh," ujarnya.

Namun, tidak diketahui anggaran sebenarnya dan pihak rekanan yang tak menyelesaikan pekerjaan itu.

Karena, ia baru beberapa bulan sebagai Kepsek  defenitif di SMAN1 Bambel.

Secara terpisah, Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani SHI meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan terhadap proyek pembangunan Masjid di SMAN1 Bambel.

"Proyek tersebut yang dialokasikan dari anggaran Otsus Aceh pada Dinas Pendidikan Aceh dan proyek bangunan lainnya yang menggunakan anggaran pokir DPRA," ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan informasi,  para guru soal bangunan Masjid itu mereka tidak mengetahui proyek tersebut.

Karena pihak rekanan langsung mengerjakan proyek tersebut dan tiba-tiba bangunan Masjid itu ditinggalkan begitu saja dengan kondisi tidak selesai dikerjakan.

Akibatnya, bangunan itu menjadi terbengkalai.

Usut Proyek Pokir DPRA

Sementara itu, di lokasi terpisah Koordinator GeRAK Aceh Askhalani meminta kepada aparat kepolisian Polda Aceh atau kejaksaan tinggi (Kejati) untuk melakukan penyelidikan terhadap serangkaian proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 hingga 2025.

Dana itu untuk pembangunan ruangan kelas, ruangan laboratorium, ruangan Unit Kegiatan Sekolah (UKS) dan jenis bangunan lainnya.

Selain itu juga proyek tahun 2022 hingga 2025 yang bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir) DPR Aceh seperti bangunan fisik RKB, rehabilitasi Plafon, dan jenis bangunan lainnya di sekolah tingkat SMA/SMK jajaran Dinas Pendidikan Aceh serta proyek Pokir DPRA untuk pembangunan jalan pedesaan dan rumah layakhuni dan proyek lainnya yang ada di Aceh Tenggara.

"Perlu dilakukan penyelidikan secara Investigatif di lapangan apakah proyek yang dibangun memang kebutuhan yang mendesak, atau proyek yang dititipkan yang tak sesuai dengan kebutuhan di masing-masing sekolah,"kata Askhalani SHI.(*)

Baca juga: Satres Narkoba Polres Aceh Tenggara Tangkap Seorang Wanita Pengedar Pil Ekstasi

Baca juga: Plafon Gedung di SMAN 1 Bambel Aceh Tenggara Rusak, Termasuk Instalasi Listrik dan Kran Air

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.