Program Desaku Maju di Lampung, Singkong Diolah Jadi Tepung Mocaf 
soni yuntavia April 28, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Perubahan besar dalam sektor pertanian di Lampung kini tidak lagi dimulai dari kebijakan di atas kertas, melainkan dari desa-desa yang mulai mengolah hasil panennya sendiri. 

Pemerintah Provinsi Lampung mendorong petani untuk tidak sekadar menjual bahan mentah, tetapi ikut masuk ke proses produksi hingga menghasilkan produk bernilai lebih tinggi seperti tepung mocaf.

Program “Desaku Maju” menjadi pintu masuk transformasi ini. Di sejumlah wilayah seperti Pringsewu, Lampung Tengah, Lampung Utara, dan Way Kanan, singkong yang sebelumnya hanya dijual sebagai bahan baku kini diolah menjadi tepung mocaf, berupa produk turunan yang memiliki pasar lebih luas.

Sekretaris Daerah Lampung, Marindo Kurniawan, menilai langkah ini sebagai upaya memutus rantai ketergantungan petani pada sektor primer. Menurutnya, selama ini keuntungan terbesar justru dinikmati di luar desa karena proses pengolahan tidak dilakukan di tingkat lokal.

Kini, perubahan mulai terlihat. Dengan bantuan alat produksi seperti mesin penepung dan pengering, petani tidak lagi harus menjual hasil panen dalam kondisi mentah. Mereka bisa mengolahnya terlebih dahulu sebelum dipasarkan.

Dampaknya bukan hanya pada harga jual, tetapi juga pada efisiensi produksi. Penggunaan pupuk organik cair yang dibagikan pemerintah terbukti menekan biaya sekaligus meningkatkan hasil panen. Produksi yang sebelumnya berada di angka ratusan ton kini mengalami peningkatan signifikan.

Selain itu, persoalan klasik seperti pengeringan hasil panen juga mulai teratasi. Selama ini, banyak petani terpaksa mengirim gabah atau jagung ke luar daerah hanya untuk proses pengeringan. Dengan adanya mesin bed dryer di desa, nilai tambah kini bisa dinikmati langsung oleh masyarakat setempat.

Upaya ini juga diikuti dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi. Ratusan tenaga kerja desa dilatih agar mampu mengoperasikan teknologi pengolahan dan memahami rantai produksi secara lebih luas.

Secara makro, transformasi ini mulai menunjukkan hasil. Pertumbuhan ekonomi Lampung tercatat meningkat, angka kemiskinan menurun, dan inflasi tetap terkendali. Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa keberhasilan tersebut berakar dari perubahan kecil di tingkat desa.

Ke depan, Lampung juga bersiap memanfaatkan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis sebagai pasar bagi produk desa. Pemerintah berharap kebutuhan pangan program tersebut dapat dipenuhi dari hasil olahan lokal, sehingga perputaran ekonomi tetap terjadi di daerah.

Transformasi ini menunjukkan bahwa pertanian tidak lagi hanya soal panen, tetapi juga tentang bagaimana desa mampu mengolah, memasarkan, dan menikmati hasilnya sendiri.

( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.