Kasus Campak di Balangan Capai 30 Positif, Dinkes Gencarkan Imunisasi ke Desa dan Sekolah
Ratino Taufik April 28, 2026 10:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Sejak Januari hingga April 2026 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan dapati 71 kasus praduga campak yang ditangani oleh layanan kesehatan di Kabupaten Balangan.

Dari data tersebut, sebanyak 71 sampel praduga campak dikirimkan Dinkes Balangan ke laboratorim di Banjarbaru. Hasilnya sebanyak 30 sampel dinyatakan positif campak.

"Baru-baru ini kami kirimkan 71 sampel dari kasus dugaan campak yang ditemukan di Balangan dan hasilnya 30 sampel positif," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Juhriadi saat ditemui di Kantor Dinkes Balangan, Selasa (28/4/2026).

Kemudian perhari ini pula katanya, sebanyak 16 sampel praduga campak kembali dikirimkan. Pihaknya pun masih menunggu hasil uji sampel tersebut.

Juhriadi juga menyampaikan bahwa penyebaran virus campak ini menyebar pada beberapa kecamatan di Kabupaten Balangan. Paling mendominasi ada di Kecamatan Paringin.

Dari hasil investigasi lapangan pula, penderita campak rata-rata anak-anak yang belum mendapat imunisasi campak. Namun ada juga balita usia delapan bulan dan beberapa orang dewasa yang terkonfirmasi.

“Kondisi paling parah yang kami temukan adalah komplikasi pneumonia dan rata-rata pasien telah menjalani perawatan di Puskesmas dan rumah sakit,” ungkapnya.

Baca juga: Pasca Ruang Kelas SDN Binuang 10 Tapin Ambruk, Reruntuhan Masih Menumpuk, Rumah Warga Ikut Miring

Sebagai langkah pencegahan penyebaran, lantas Dinkes Balangan gencar melakukan imunisasi campak.

Sasaran utamanya anak usia balita hingga SD, khususnya pada wilayah yang terdeteksi banyak ditemukan kasus tersebut.

Terang Juhriadi, petugas kesehatan turun langsung ke desa dan sekolah untuk memberikan imunisasi kepada sasaran.

Juhriadi juga menyebut bahwa Imunisasi campak sangat penting untuk membentuk kekebalan tubuh secara mandiri maupun kelompok. Sehingga apabila pada satu tempat cakupan imunisasi tinggi, maka penularan bisa terputus.

Tak lupa Juhriadi mengimbau orangtua segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk imunisasi jika belum lengkap. Selain itu apabila ditemukan kasus tersebut, segera lakukan isolasi mandiri atau datang ke layanan kesehatan terdekat.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.