TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Di tengah tren sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mulai memangkas program studi (prodi) yang dinilai tak lagi relevan dengan kebutuhan dunia kerja, Universitas Balikpapan (Uniba) justru tampil percaya diri.
Rektor Universitas Balikpapan, Dr. Isradi Zainal, menegaskan bahwa seluruh program studi yang ada di Uniba hingga saat ini masih relevan dan tetap dibutuhkan di dunia kerja.
“Semua prodi yang ada di Universitas Balikpapan saat ini relevan, tidak ada yang tidak relevan,” tegas Dr. Isradi Zainal saat dikonfirmasi TribunKaltim.co, Selasa (28/4).
Pernyataan itu sekaligus menepis anggapan bahwa perguruan tinggi swasta harus ikut merampingkan jurusan demi menyesuaikan tren pasar kerja.
Baca juga: Devi Mahasiswi Uniba Balikpapan Keluhkan Kenaikan BBM, Andalkan Transportasi Umum dan Ojol
Menurut Isradi, seluruh prodi di Uniba justru masih memiliki keterkaitan kuat dengan kebutuhan industri, pembangunan daerah, hingga tantangan masa depan.
Tak hanya menegaskan kekuatan akademik, Dr. Isradi juga mengungkapkan bahwa Universitas Balikpapan dalam waktu dekat akan mendapat kunjungan penting dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Prof Brian Yuliarto.
“Semua prodi di Uniba relevan, minggu depan Pak Menteri ke Uniba. Prof Brian Mendikti Saintek. Iya, kunjungan ke Uniba,” ujarnya.
Kunjungan tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Universitas Balikpapan kini semakin diperhitungkan dalam peta pendidikan tinggi nasional, khususnya di kawasan Kalimantan.
Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Kalimantan Timur, Universitas Balikpapan terus menunjukkan geliat pertumbuhan yang konsisten.
Kampus yang berdiri sejak 1981 itu saat ini tercatat memiliki 13 program studi aktif yang tersebar di 8 fakultas, mulai dari jenjang vokasi, sarjana, hingga pascasarjana.
Jumlah tersebut menjadi penanda bahwa Uniba terus berkembang, baik secara akademik maupun kelembagaan. Belasan prodi yang dimiliki saat ini mencerminkan upaya kampus dalam menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Selama ini, Uniba dikenal memiliki kekuatan utama pada bidang teknik, ekonomi, hukum, pendidikan, hingga ilmu budaya. Dominasi program studi berbasis terapan itu menjadi fondasi utama kampus dalam mencetak lulusan siap kerja.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, Uniba mulai bergerak lebih agresif dengan memperluas cakupan keilmuan ke sektor strategis lain, termasuk kesehatan.
Salah satu lompatan terbesar Uniba dalam pengembangan akademik adalah hadirnya Fakultas Kedokteran.
Menurut Isradi, kehadiran fakultas ini bukan hanya sekadar penambahan jurusan baru, tetapi menjadi tonggak sejarah penting bagi dunia pendidikan tinggi di Balikpapan. Uniba kini tercatat sebagai kampus pertama di Kota Balikpapan yang memiliki Fakultas Kedokteran.
Bagi Isradi, pembukaan Fakultas Kedokteran merupakan langkah strategis yang tak hanya memperkuat posisi kampus, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata daerah terhadap tenaga medis.
Terlebih, Kalimantan Timur saat ini tengah menghadapi lonjakan kebutuhan sumber daya manusia di sektor kesehatan seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Pembukaan Fakultas Kedokteran bukan sekadar menambah program akademik, tetapi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga medis di Kalimantan Timur, terutama dengan kehadiran IKN,” jelasnya.
Secara resmi, Fakultas Kedokteran Uniba telah mengantongi izin dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Keputusan Menteri Nomor 491/B/O/2025 tertanggal 30 Juni 2025.
Izin tersebut mencakup pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi.
Dengan keluarnya izin tersebut, Uniba langsung membuka penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran untuk tahun akademik 2025/2026.
Sebanyak 29 mahasiswa angkatan pertama resmi diterima pada 2025, menandai dimulainya babak baru perjalanan akademik Uniba di bidang kesehatan.
Saat ini, Universitas Balikpapan memiliki delapan fakultas utama yang menaungi 13 program studi aktif, yakni Fakultas Vokasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Budaya, serta Pascasarjana. (*)