TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Keberangkatan jemaah calon haji Provinsi Riau yang tergabung dalam Kloter 6 Embarkasi Batam (BTH 6) tetap terlaksana sesuai jadwal pada Selasa (28/4/2026) pagi.
Namun, tidak seluruh jemaah dapat diberangkatkan dalam satu penerbangan akibat keterbatasan kapasitas pesawat pengganti yang digunakan. Penggantian pesawat ini terjadi akibat adanya kendala teknis pada pesawat yang sebelumnya akan mengangkut jama'ah haji dari kloter BTH 5.
Pesawat yang disiapkan hanya mampu menampung sekitar 400 penumpang. Sehingga 45 jemaah terpaksa ditunda keberangkatannya dan akan diberangkatkan pada kloter berikutnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Riau, Defizon, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena adanya pergantian armada pesawat.
“Kloter BTH 6 diberangkatkan sesuai jadwal pagi tadi. Namun karena menggunakan pesawat pengganti dengan kapasitas maksimal sekitar 400 orang, maka tidak semua jemaah bisa diberangkatkan sekaligus,” ujar Defizon, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, puluhan jemaah yang belum berangkat tersebut akan bergabung dengan Kloter BTH 7.
“Ada 45 jemaah yang kita mutasikan ke Kloter BTH 7 dan insyaAllah akan diberangkatkan besok. Ini semata-mata karena keterbatasan kapasitas pesawat, bukan karena faktor lain,” jelasnya.
Adapun total jemaah dan petugas dalam Kloter BTH 6 berjumlah 399 orang, dengan rincian 393 jemaah haji, 2 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 4 petugas kloter.
Selain itu, terdapat beberapa penyesuaian dalam susunan kloter. Tercatat tiga orang jemaah batal berangkat dari daerah asal. Sementara itu, dua orang jemaah dari Kloter BTH 4 dimutasi masuk ke Kloter BTH 6 untuk mengisi kekosongan.
Defizon memastikan bahwa seluruh jemaah yang mengalami penundaan tetap mendapatkan pelayanan maksimal, termasuk akomodasi dan pendampingan hingga jadwal keberangkatan berikutnya.
“Kami pastikan seluruh jemaah yang tertunda tetap terlayani dengan baik. Mereka akan didampingi hingga keberangkatan berikutnya, sehingga tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para jemaah dan keluarga untuk tetap tenang dan bersabar, mengingat situasi ini merupakan bagian dari penyesuaian teknis di lapangan.
Sebelumnya, keberangkatan jemaah calon haji asal Kabupaten Kampar yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Batam (BTH 5) sempat mengalami penundaan pada Senin (27/4/2026) akibat kerusakan teknis pada pesawat.
Ratusan jemaah yang seharusnya berangkat pagi hari terpaksa kembali ke hotel untuk beristirahat dan menginap satu malam di Batam. Setelah pesawat dinyatakan layak terbang, jemaah akhirnya diberangkatkan pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 15.26 WIB.
Total jemaah dan petugas dalam Kloter BTH 5 berjumlah 438 orang. Namun, beberapa jemaah tidak dapat ikut berangkat karena kondisi kesehatan, di antaranya tiga orang dirawat di Batam dengan pendamping, serta satu orang sakit di daerah asal.
(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)