Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia terus didorong di Kabupaten Pangandaran.
Kali ini, Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Pangandaran bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pangandaran (Disdikpora) menggelar kegiatan peningkatan kompetensi bagi para tutor PKBM.
Kegiatan yang diikuti puluhan tutor itu berlangsung di aula Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Minggu (26/4/2026).
Meski digelar secara sederhana, agenda ini menyoroti persoalan mendasar yaitu kualitas tenaga pengajar nonformal yang dinilai masih perlu diperkuat.
Baca juga: 50 Anggota Balawista Pangandaran Ikuti Sertifikasi Profesi Penyelamat Wisata Tirta
Ketua FK-PKBM Pangandaran, Cucun Ruhyat, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tutor bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
"Orientasinya jelas, melatih dan mengembangkan kualitas tutor dalam kegiatan pembelajaran, khususnya di PKBM. Ini sejalan dengan program Pangandaran Melesat yang menitikberatkan pada pembentukan karakter," ujar Cucun kepada Tribun Jabar di Parigi.
Ia mengakui, selama ini peran tutor kerap dipandang sebelah mata, padahal mereka menjadi ujung tombak pendidikan nonformal.
Untuk itu, FK-PKBM mendorong agar tutor tidak hanya menjalankan program, tapi juga memiliki kapasitas pedagogik yang memadai.
"Peningkatan ini bukan hanya untuk warga belajar, tapi juga untuk tutornya sendiri. Kalau kualitas tutor meningkat, maka program pemerintah juga lebih mudah tercapai," katanya.
Data FK-PKBM mencatat, PKBM yang aktif di Kabupaten Pangandaran saat ini hanya berjumlah 15 lembaga. Mereka tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Mangunjaya, Padaherang, Kalipucang, Pangandaran, Parigi, Langkaplancar, hingga Cimerak.
"Seluruh tutor dari 15 PKBM tersebut kita undang dalam kegiatan peningkatan kompetensi ini," ucap Cucun.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Pangandaran, Soleh Supriadi, menilai langkah FK-PKBM sebagai inisiatif yang tepat di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan.
"Tutor itu sama seperti guru. Mereka garda terdepan dalam memajukan pendidikan dan menuntaskan program wajib belajar 13 tahun," ujarnya.
Ia menekankan, tanpa peningkatan kualitas tutor, sulit bagi pendidikan nonformal untuk berkontribusi signifikan terhadap target pembangunan daerah.
"Karena itu, kualitas para tutor harus benar-benar diasah. Tidak bisa stagnan, harus terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman," kata Soleh. (*)
Ketua FK-PKBM Pangandaran, Cucun Ruhyat, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tutor bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan di Parigi, Minggu (26/4)