Niat Puasa Arafah, Puasa Sunnah yang Bisa Menghapus Dosa 2 Tahun
Whiesa Daniswara April 28, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Umat Islam dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah Arafah.

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari menjelang hari raya Idul Adha.

Kementerian Agama menjelaskan bahwa orang yang berpuasa Arafah akan diampuni dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Dari sahabat Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim no. 1162)

Puasa sunnah ini hanya dianjurkan bagi Muslim yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji di Arafah, sebagaimana disebutkan dalam hadis.

Dari Abu Hurairah RA: “Rasulullah melarang puasa hari Arafah di Arafah (bagi yang sedang berhaji).” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah)

Sebelum berpuasa Arafah, Muslim sebaiknya membaca niat puasa Arafah agar Allah memberikan kelancaran dalam melaksanakannya.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membagikan bacaan doa puasa Arafah berikut ini, yang dapat dibaca sebelum memasuki waktu sahur untuk berpuasa Arafah.

Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta ala

Artinya: "Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta ala."

Baca juga: Doa Wukuf di Arafah saat Ibadah Haji, Waktu Mustajab Berdoa kepada Allah

Keutamaan Puasa Arafah

Muslim dianjurkan untuk berpuasa Arafah karena amalan ini mendatangkan banyak manfaat, seperti yang dijelaskan Baznas dan Muhammadiyah berikut ini.

1. Menghapus dosa dua tahun

Puasa Arafah memiliki keutamaan besar berupa penghapusan dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. 

Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW: “Puasa hari Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Penghapusan dosa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang mau mendekatkan diri.

2. Kesempatan membersihkan diri dan memperbaiki iman

Puasa Arafah menjadi momen istimewa untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki kesalahan, serta meningkatkan kualitas keimanan.

Dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seorang Muslim dilatih untuk lebih sabar dan bertakwa.

Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa… agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa, termasuk puasa Arafah, adalah mencapai derajat takwa.

3. Mendapat pahala besar di hari mulia (9 Dzulhijjah)

Puasa Arafah dilaksanakan pada salah satu hari paling mulia dalam Islam, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah, saat jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah.

Hari ini termasuk dalam sepuluh hari pertama Dzulhijjah yang sangat dicintai Allah.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).” (HR. Bukhari)

4. Bentuk rahmat dan ampunan Allah yang luas

Puasa Arafah menunjukkan betapa luasnya ampunan Allah SWT. Dalam satu hari puasa saja, Allah memberikan peluang besar untuk menghapus dosa dan meningkatkan derajat seorang hamba.

Momentum ini menjadi bukti bahwa Allah selalu membuka pintu taubat bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.

5. Sunnah bagi yang tidak berhaji

Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Sementara itu, bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, tidak disunnahkan berpuasa agar mereka tetap kuat menjalankan rangkaian ibadah.

Hal ini berdasarkan hadis: “Rasulullah SAW tidak berpuasa pada hari Arafah ketika beliau sedang wukuf.” (HR. Bukhari dan Muslim)

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.