Di Musrenbang Jateng, Wamendagri Bima Tekankan Efisiensi dan Sinergi untuk Ekonomi Daerah
Content Writer April 28, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa efisiensi anggaran dan penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Bima dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Tahun 2026 untuk penyusunan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jateng Tahun 2027.

Kegiatan itu digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (28/4/2026).

Dalam paparannya, Bima menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus mendorong kepala daerah untuk mengedepankan efisiensi belanja, inovasi pendapatan asli daerah (PAD), serta pengawalan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Ketiga hal tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.

"Nah, jadi kami sering menyemangati para kepala daerah dengan poin-poin efisiensi, inovasi PAD, kemudian PSN yang sebagian kepala daerah menganggap itu rasanya berat. Namun, rasanya kalau dikawal sama-sama, itu justru bisa mengungkit ekonomi daerah," ujar Bima dalam keterangan resmi yang diterima Tribunnews.com, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Wamendagri Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah dalam RKPD 2027 Papua Pegunungan

Bima menilai, kapasitas fiskal Provinsi Jateng secara umum tergolong kuat dan menjadi salah satu yang menonjol di tingkat nasional.

Hal tersebut tercermin dari struktur pendapatan daerah dengan porsi PAD mencapai 66,07 persen. Sementara, transfer dari pemerintah pusat sebesar 33,83 persen.

"Kalau kita lihat bapak-ibu sekalian, kapasitas fiskal di Jateng ini mantap," katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, khususnya bagi daerah yang tingkat kemandirian fiskalnya masih rendah dan masih bergantung pada transfer pemerintah pusat.

Sejalan dengan hal tersebut, Bima menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang rasional dan bertanggung jawab. Hal ini terutama di tengah keterbukaan informasi yang membuat setiap kebijakan publik semakin mudah menjadi sorotan.

"Kita semua harus hati-hati. Jangan sampai menganggarkan sesuatu yang tidak masuk akal," ucap Bima.

Baca juga: Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-30, Wamendagri Bima Soroti Pentingnya Kapasitas Daerah

Selain efisiensi, Bima juga menyoroti pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program pembangunan.

Menurutnya, meskipun tidak selalu mudah, sinergi menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan implementasi program prioritas nasional.

Lebih lanjut, Bima menjelaskan bahwa pemerintah mendorong pendekatan pembiayaan yang lebih inovatif untuk mendukung pembangunan daerah.

Pendekatan tersebut dilakukan melalui pengelolaan fiskal yang prudent, efisiensi, dan efektivitas belanja, optimalisasi pemanfaatan aset, serta penguatan sinergi dan inovasi pembiayaan.

Dalam konteks tersebut, optimalisasi aset dan inovasi pembiayaan dipandang sebagai instrumen strategis untuk mendukung pelaksanaan program prioritas sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Di akhir paparannya, Bima menyampaikan optimisme bahwa dengan sinergi yang kuat dan komitmen bersama, daerah mampu menjadikan program prioritas sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: Wamendagri Tegur Gubernur Kalimantan Timur: Pemimpin Harusnya Paling Terakhir Menikmati Fasilitas

"Ketika birokrasi dan para pemimpinnya bersinergi, ketika kepala daerah semangat untuk menjadikan program prioritas sebagai pengungkit ekonomi daerah, maka insya Allah Jawa Tengah akan selalu terdepan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.