Atasi Krisis Energi, Dubes Sergei Ungkap Pasokan Minyak Rusia Segera Masuk Indonesia
Adi Suhendi April 28, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, memberikan sinyal kuat terkait realisasi kerja sama energi antara Moskow dan Jakarta.

Dubes Sergei menyatakan dalam waktu dekat, pasokan minyak pertama dari Rusia akan segera tiba di Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Hal ini menyusul pembicaraan intensif antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin, yang kemudian ditindaklanjuti Menteri Energi kedua negara.

"Topik ini telah dibahas oleh Presiden kita bulan ini, dan keesokan harinya oleh kedua menteri energi, Bapak Bahlil Lahadalia dan Bapak Tsivilev. Beberapa kesepakatan telah dicapai," kata Sergei Tolchenov saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnews.com, Senin (27/4/2026).

Sergei menjelaskan, mekanisme kerja sama ini akan dilakukan melalui skema Business to Business (B2B) antara Pertamina dan entitas perusahaan minyak asal Rusia.

Baca juga: RI Dapat Impor Minyak dari Rusia usai Prabowo Temui Putin, Bahlil: InsyaAllah Bulan Ini Bisa Dikirim

Ia menekankan meskipun Pertamina perusahaan negara, dalam hal ini ia bertindak sebagai entitas bisnis yang mencari solusi terbaik untuk menghindari krisis energi di tanah air.

"Saya cukup yakin bahwa Pertamina dari pihak Indonesia dan perusahaan-perusahaan Rusia akan menemukan cara bagaimana membawa minyak Rusia ke Indonesia untuk memastikan tidak akan ada krisis energi di negara Anda," ucapnya.

Lebih lanjut, Sergei menyinggung hambatan masa lalu terkait kekhawatiran akan sanksi sekunder dari pihak Barat kini mulai terurai. 

Ia melihat adanya kemauan politik yang kuat dari kedua belah pihak untuk merealisasikan hal ini.

Baca juga: Prabowo–Putin Bertemu 5 Jam di Kremlin, Bahas Energi hingga Investasi

"Jika bukan bulan ini, mungkin bulan depan, minyak pertama dari Rusia akan tiba di Indonesia," ucapnya.

Pertemuan Prabowo dan Putin

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Moskow, pada Senin, (13/4/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan pertemuan yang berlangsung di Istana Kremlin tersebut bagian dari upaya memperkuat kerja sama strategis kedua negara di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Teddy mengatakan pertemuan kedua pemimpin berlangsung selama lima jam.

Diawali dua jam pertemuan bilateral, dilanjutkan dengan tiga jam pertemuan empat mata antara kedua pemimpin.

Pada pertemuan tersebut, kedua pemimpin menyepakati sejumlah poin penting kerja sama strategis, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral yang menjadi prioritas jangka panjang kedua negara.

“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” kata Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Selain sektor energi, Seskab Teddy menuturkan bahwa kedua negara juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang lainnya yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pembangunan nasional.

“Keberlanjutan beberapa kerja sama di bidang pendidikan riset teknologi, bidang pertanian, dan bidang investasi di berbagai sektor terutama pembangunan industri di Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Seskab Teddy menekankan bahwa Rusia memiliki posisi yang sangat strategis dalam percaturan global, sehingga kemitraan dengan Indonesia menjadi semakin relevan dan penting.

“Kita ketahui bahwa posisi Rusia sangat strategis di dunia global, selain sebagai salah satu negara pemegang hak veto PBB dan pendiri BRICS,” ucapnya.

Menurut Seskab, Rusia juga merupakan salah satu kekuatan besar dunia dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar, yang dapat menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam mendorong pembangunan jangka panjang.

“Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang mempunyai sumber daya alam terbesar di dunia,” ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.