TRIBUN-BALI.COM - Arus lalulintas di jalur nasional wilayah Jembrana terpantau lancar normal, Selasa (28/4) pagi. Kendaraan yang mendominasi adalah kendaraan logistik diiringi, mobil pribadi dan juga sepeda motor.
Karena menjadi akses vital sebagai lintasan jalur antarprovinsi, pemerintah berencana merombak ulang bangunan Jembatan Bilukpoh dan saat ini masih dalam proses perencanaan.
Untuk diketahui, Jembatan yang berada di atas Daerah Aliran Sungai Bilukpoh ini menghubungkan Desa Penyaringan dan Kelurahan Tegalcangkring.
Jembatan yang sangat urgent ini pernah lumpuh total akibat banjir bandang di Oktober 2022 lalu. Jembatan ini hantam air bah yang diiringi oleh berbagai sampah terutama kayu gelondongan besar.
Baca juga: PEMILIK Bangunan Liar Diberi Waktu 30 Hari Bongkar Mandiri, Kappa: Tidak Ada Ganti Rugi!
Baca juga: BELASAN Rumah Warga Terdampak Banjir, Air Tak Ngalir ke Laut, Tambah Luapan Air Sungai & Jalan Raya!
Selain lumpuhkan akses jembatan, luapan air yang semestinya mengalir ke selatan justru meluber ke arah pemukiman warga. Puluhan rumah warga saat itu terdampak bahkan mengakibatkan warga setempat sampai mengungsi ke tempat aman.
"Rencananya ada (pembangunan jembatan). Namun masih dalam proses persiapan," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Bali, Satker PJN Wilayah I Bali, BBPJN Jawa Timur–Bali, I Made Mardita saat dikonfirmasi, Selasa (28/4).
Mardita menjelaskan, proses persiapan yang dimaksud adalah masih dalam proses perhitungan dan desain oleh perencana. Diharapkan, nantinya pembangunan jembatan yang jadi akses vital Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk ini bisa direalisasikan.
"Saat ini masih proses perhitungan dan desain oleh Perencana," ungkapnya.
Disinggung mengenai rencana posisi jembatan tersebut, dia mengakui rencana lokasi pembangunan akan digeser ke sebelah utara dan strukturnya bakal lebih besar dan lebih tinggi untuk meminimalisir risiko adanya air bah yang membawa material kayu dari hulu.
Kemudian, kata dia, pada saat proses pembangunan tidak akan mengganggu arus lalu lintas di jalur nasional, karena jembatan lama tetap bisa difungsikan selama pengerjaan berlangsung.
"Harapan kami nantinya disetujui dan mungkin tahun depan sudah mulai pembangunan," harapnya. (mpa)