Laporan Reporter TribunBanten.com, AhmadHaris
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menghadiri langsung peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari yang digelar di kawasan wisata religi Masjid Agung Banten, Kota Serang, Banten, Selasa (28/4/2026) malam.
Kegiatan berskala nasional ini disambut antusias oleh ribuan peziarah dan wisatawan dari berbagai daerah.
Sejak sore hari, kawasan Banten Lama sudah dipadati pengunjung yang ingin mengikuti rangkaian acara sekaligus berziarah ke kompleks makam ulama dan tokoh sejarah.
Baca juga: Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang Dipastikan Lancar, BPKAD: Tidak Ada Tunggakan
Selain dihadiri Menteri Fadli Zon, acara tersebut juga melibatkan tokoh agama, budayawan, serta perwakilan pemerintah daerah.
Kehadiran mereka menegaskan pentingnya peran sejarah dan warisan intelektual Syekh Yusuf dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Rangkaian kegiatan diisi dengan beragam agenda budaya dan religi, seperti pertunjukan tari tradisional bernuansa Islam dari Banten dan Aceh, pembacaan puisi, hingga diskusi kebudayaan.
Suasana berlangsung khidmat dengan nuansa budaya yang kental sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh besar dalam sejarah Islam Nusantara tersebut.
Antusiasme masyarakat terlihat dari meningkatnya arus pengunjung yang terus berdatangan hingga malam hari.
Banyak di antara mereka memanfaatkan momen ini untuk berziarah dan mengenang perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari.
Biografi Singkat Syekh Yusuf Al-Makassari
Syekh Yusuf Al-Makassari lahir pada tahun 1626 di Gowa, Sulawesi Selatan.
Ia dikenal sebagai ulama besar, sufi, sekaligus pejuang anti-kolonial yang memiliki pengaruh luas hingga ke mancanegara.
Ia juga terlibat dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda, khususnya di wilayah Banten.
Kedekatannya dengan Sultan Ageng Tirtayasa menjadikannya salah satu tokoh penting dalam perlawanan terhadap VOC.
Akibat aktivitasnya tersebut, Syekh Yusuf ditangkap oleh Belanda dan diasingkan ke Sri Lanka, sebelum akhirnya dipindahkan ke Afrika Selatan.
Di tempat pengasingannya, ia tetap berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam, sehingga namanya dikenal luas hingga di luar Indonesia.