Kisah Ironis Sofia: Bisa Selamatkan Anak, tetapi Ibu Tiada Saat Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Refly Permana April 29, 2026 12:27 AM

 

SRIPOKU.COM - Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) menyisakan duka bagi Sofia.

Ibu rumah tangga asal Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, ini kehilangan ibunya bernama Nuryati dalam insiden yang menewaskan 15 orang tersebut.

Kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dengan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 malam.

Insiden bermula ketika terjadi gangguan di jalur rel setelah sebuah kendaraan diduga terserempet kereta, yang kemudian memicu situasi tidak normal di lintasan.

Dalam kondisi tersebut, KRL yang sedang berhenti atau berjalan lambat mengalami benturan, yang menyebabkan kepanikan di dalam gerbong.

Baca juga: Track Record Gelap Taksi Hijau Green SM, Diduga Pemicu Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Benturan tersebut mengakibatkan listrik di gerbong padam dan penumpang terjebak karena pintu tidak langsung terbuka.

Dijumpai Tribunnews.com di rumah duka pada Selasa (28/4/2026), Sofia merasakan panik luar biasa ketika lampu KRL Commuter Line yang ia naiki padam.

Dalam keadaan panik itu, Sofia melihat salah satu jendela gerbong terbuka, tetapi tidak tahu siapa dan bagaimana jendela itu bisa dibuka.

Sofia lalu mengeluarkan balitanya lewat jendela.

Namun, di tengah kepanikannya dan para penumpang lain, pikirannya hanya tertuju pada satu orang, yakni ibunya, Nuryati.

Pasalnya, ia ingat ibunya punya riwayat penyakit jantung.

Tak lama, petugas keamanan datang dan membuka pintu.

Setelah itu, para penumpang di gerbong itu keluar satu per satu.

"Saya langsung menyeret orangtua saya keluar. Dari situ mungkin dia syok, ya. Terus, tidak lama kemudian dia pingsan, jatuh. Di situ saya sudah panik. Karena yang lain fokusnya ke gerbong yang tertabrak itu," tuturnya.

Sebelum pingsan, Nuryati masih sempat sadar sebentar dan berbicara dengan Sofia.Sofia lalu berupaya menenangkannya.

"Ya sudah tenang, sabar-sabar," kata Sofia mengulang percakapannya dengan Nuryati.

Saat Nuryati pingsan, Sofia menunggu pertolongan datang dan sambil terus mendoakan ibunya itu.

Setelah pertolongan datang, Nuryati dibawa ke lantai dua Stasiun Bekasi Timur.

Sekira pukul 21.30 WIB, Sofia dan Nuryati kemudian dibawa ambulans ke RSUD Bekasi untuk memastikan kondisi ibunya itu.

"Saya ngomong ke sopir ambulansnya dibawa ke RSUD, saya langsung mengabari keluarga untuk ke RSUD. Tidak lama dinyatakan tidak ada, meninggal dunia," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.