Respon AHY soal Gerbong Wanita Diusulkan Dipindah: Sebut Keamanan dan Keselamatan yang Terpenting
Eri Ariyanto April 29, 2026 01:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Usulan pemindahan gerbong khusus wanita dalam layanan Kereta rel Listrik (KRL) usai insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur menuai beragam tanggapan dari publik.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa aspek keamanan dan keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama.

Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa setiap kebijakan transportasi publik harus berangkat dari perlindungan terhadap pengguna, khususnya kelompok rentan.

Selain faktor kenyamanan, aspek keselamatan dinilai tidak boleh dikompromikan dalam sistem transportasi massal.

AHY mendorong agar pihak terkait melakukan evaluasi berbasis data serta melibatkan berbagai pihak dalam proses pengambilan kebijakan.

Dengan begitu, solusi yang dihasilkan diharapkan tetap menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh penumpang.

Baca juga: Disebut Jadi Pemicu KA Argo Bromo Tabrak KRL, Pernyataan Green SM Disorot: Tanpa Ucapan Duka & Maaf

Seperti diketahui, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menanggapi usulan pemindahan posisi gerbong khusus perempuan menyusul insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

AHY menegaskan, laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama dan tidak boleh menjadi korban dalam insiden apa pun.

Ia menyebut keselamatan publik di dalam sistem transportasi publik harus terjamin agar bisa menghadirkan rasa aman bagi seluruh kalangan masyarakat.

"Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan lakinya, tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat, menghadirkan rasa aman, nyaman, dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon, tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik," ucap AHY di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026) sore.

Pernyataan ini merespons usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi yang mengusulkan agar gerbong khusus perempuan dipindahkan ke tengah usai menjadi titik paling terdampak saat ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Meski begitu, AHY mengaku paham dengan kekhawatiran karena posisi perempuan sebagai kelompok rentan justru memiliki risiko tertinggi dalam kejadian serupa.

"Memang belum pernah terjadi sebelumnya ada tumbukan dari KRL dari belakang dihantam. Dan kebetulan yang paling belakang adalah kereta khusus wanita. Jadi pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru yang mendapatkan bisa dikatakan risiko yang paling tinggi," jelas AHY.

Ia telah meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan melaporkan hasilnya secara transparan kepada publik.

MENKO AHY - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan keterangan usai menjenguk korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026) (KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)

Investigasi ini akan mencakup berbagai aspek penyebab kecelakaan, termasuk dugaan adanya gangguan pada sistem persinyalan.

"KNKT tadi sudah menyanggupi akan melakukan investigasi secara menyeluruh. Saya minta transparan, terbuka, bisa dijelaskan kepada publik. Karena ini juga harus ada faktor edukasinya," tambah dia.

Sebagai solusi jangka panjang, AHY menyebut akan membangun jalan layang ataupun terowongan di area pelintasan sebidang yang padat lalu lintas.

"Selebihnya kita ingin memastikan juga hadir solusi infrastruktur. Misalnya, ketika ada lintasan-lintasan sebidang yang memang sangat padat di sejumlah kota, itu perlu kita bangun flyover atau underpass " tutup AHY.

Akibat insiden tersebut, 15 penumpang KRL meninggal dunia dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka.

Para korban telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.