Polisi Selidiki Penyebab Tabrakan KA Dhoho Vs Truk di Perlintasan Jalan Imam Bonjol Kota Blitar
Rendy Nicko April 29, 2026 02:48 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Satlantas Polres Blitar Kota masih menyelidiki peristiwa tabrakan KA Dhoho relasi Blitar-Surabaya lewat Malang dengan truk muatan pasir di perlintasan Jl Imam Bonjol, Kota Blitar, Selasa (28/4/2026) pukul 21.45 WIB.

Polisi belum berani menyimpulkan penyebab kecelakaan antara KA Dhoho dengan truk bermuatan pasir. 

"Kami masih melakukan penyelidikan. Kami belum berani menyimpulkan penyebab kecelakaan. Kami masih minta keterangan saksi," kata Kanit Laka Satlantas Polres Blitar Kota, Ipda Suratno. 

Suratno mengatakan, kronologi kecelakaan bermula saat KA Dhoho melaju dari barat ke timur. 

Baca juga: Mogok, Truk Muatan Pasir Tertabrak KA Dhoho di Perlintasan Jalan Imam Bonjol Kota Blitar

Sesampai di perlintasan Jalan Imam Bonjol, KA Dhoho menabrak truk muatan pasir yang hendak lewat di perlintasan. 

Truk muatan pasir dikemudikan, Andung Guritno (39), warga Desa Karangtalun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri dengan kenek M Nazhri Eka (24), warga Desa Jabang, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. 

"Saat truk hendak lewat perlintasan, posisi palang pintu proses menutup. Truk tetap melaju dan saat mendekati rel, mesin truk mati," ujarnya. 

Saat truk mogok, kata Suratno, sopir dan kenek turun. Sopir dan kenek sempat minta tolong ke warga untuk mendorong mundur truk, tapi tidak berhasil. 

Akibatnya, terjadi benturan antara KA Dhoho dengan truk di perlintasan. 

"Tidak ada korban jiwa. Sopir dan kenek langsung turun saat mesin truk mati di dekat perlintasan," katanya.

Baca juga: Kronologi dan Penyebab KA Dhoho Tabrak Truk Didalami Polres Blitar Kota, Kepala Kereta Diganti

Dikatakannya, pasca terjadi kecelakaan, KA Dhoho tidak bisa melanjutkan perjalanan dan harus kembali ke Stasiun Blitar untuk pergantian lokomotif. 

"Kereta kembali ke Stasiun untuk pergantian lokomotif. Keterangan KAI, kereta api tidak bisa melanjutkan perjalanan dan harus pergantian lokomotif," ujarnya.

Menurutnya, saat ini, petugas masih melakukan evakuasi truk muatan pasir di lokasi. 

Petugas harus memindahkan muatan pasir ke truk lain secara manual terlebih dulu sebelum menderek truk dari lokasi.

"Untuk sementara, arus lalu lintas kami alihkan sambil menunggu proses evakuasi truk," katanya. 

(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.