Minum Dua Teguk Tiap 5 Menit, Tips Cegah Dehidrasi bagi Jamaah Haji
Hasriyani Latif April 28, 2026 11:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH - Jamaah haji Indonesia di Makkah diimbau untuk rutin minum air putih tanpa menunggu rasa haus.

Ini untuk mencegah dehidrasi di tengah cuaca panas yang mencapai 36 derajat celcius.

Imbauan disampaikan Kepala Seksi PKP2JH Lansia dan Disabilitas Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Ridwan Siswanto, Selasa (28/4/2026).

Ia mengungkapkan masih banyak jamaah haji Indonesia yang enggan minum air secara rutin karena khawatir harus bolak-balik ke kamar mandi.

Alasan tersebut kerap muncul karena jamaah takut wudhunya batal saat sedang beribadah, khususnya di area Masjidil Haram.

“Jamaah sering tidak mau minum karena khawatir repot kalau harus ke kamar mandi saat sedang tawaf atau sa’i,” kata Ridwan.

Ia menegaskan kebiasaan menahan minum justru berisiko tinggi terhadap kesehatan jamaah.

Ia menyarankan agar jamaah membiasakan minum air putih secara berkala meski dalam jumlah sedikit.

“Setiap lima menit minum dua teguk, lalu lima menit lagi minum dua teguk, itu lebih baik,” katanya.

Baca juga: Layanan KKHI Berubah Total, Fokus Klinik 24 Jam dan Rujukan Cepat untuk Jamaah Haji

Menurutnya, kecukupan cairan tubuh sangat penting untuk menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji.

Jika tubuh kekurangan cairan, jamaah berisiko mengalami dehidrasi yang dapat menyebabkan cepat lelah dan menurunnya konsentrasi.

Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu kekhusyukan dalam beribadah.

Ridwan juga mengingatkan risiko yang lebih serius seperti heat stroke.

Ia menyebut heat stroke dapat terjadi akibat kombinasi kurang minum, cuaca panas, kelelahan, dan kurang istirahat.

“Kalau sudah dehidrasi, ditambah panas dan kelelahan, itu bisa berujung heat stroke,” jelasnya.

Ia menambahkan, kurang tidur juga menjadi faktor risiko yang sering dialami jemaah haji Indonesia.

Menurutnya, banyak jemaah yang setibanya di Tanah Suci langsung fokus beribadah tanpa memperhatikan waktu istirahat.

“Biasanya begitu sampai, langsung tancap gas ibadah karena merasa ini kesempatan langka,” kata Ridwan.

Ia menilai semangat beribadah tersebut merupakan hal positif, namun harus tetap diimbangi dengan menjaga kesehatan.

Kondisi fisik yang prima sangat penting menjelang puncak ibadah haji di Armuzna.

Karena itu, ia mengimbau jamaah untuk mengatur pola minum, istirahat, dan aktivitas agar ibadah dapat berjalan lancar dan optimal.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah/MCH 2026)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.