Netanyahu Kembali Dipanggil Pengadilan untuk Saksi Kasus Korupsi, PM Israel Sudah Hadir 80 Kali
Refly Permana April 28, 2026 11:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Di tengah gencatan senjata antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Benjamin Netanyahu kembali dipanggil pengadilan.

Perdana Menteri Israel itu akan memberikan kesaksian terkait kasus korupsi yang dikenal dengan nama Kasus 4000.

Pada persidangan yang digelar Selasa (28/4/2026), sudah 81 kali Netanyahu 'berurusan' dengan kasus tersebut.

Setelah itu, perang Iran pecah pada 28 Februari sehingga Netanyahu beberapa kali membatalkan panggilan pengadilan.

Baca juga: Memanas! Prajurit TNI Gugur Usai Markas UNIFIL Lebanon Diserang Israel, Netanyahu Klaim Balas Dendam

Pengadilan beroperasi dalam mode darurat selama periode tersebut, dengan hanya kasus-kasus mendesak yang disidangkan melalui sesi video.

Meskipun operasi pengadilan normal dilanjutkan dua minggu lalu, tim hukum Netanyahu berulang kali meminta penundaan dengan alasan keterlibatannya dalam masalah keamanan yang mendesak. 

Dalam kerangka ini, Netanyahu dan keluarganya diduga mengajukan berbagai tuntutan kepada keluarga Elovitch terkait liputan media tentang urusan mereka di situs tersebut, termasuk tuntutan untuk membungkam lawan politiknya. 

Pada 30 November 2025, Netanyahu meminta pengampunan atas tuduhan korupsi terhadapnya, terutama tanpa mengakui kesalahan atau mengundurkan diri dari kehidupan politik. 

Sejak persidangan dimulai pada tahun 2020, Netanyahu menolak untuk mengaku bersalah, padahal hukum Israel hanya mengizinkan presiden untuk memberikan pengampunan setelah pengakuan bersalah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.