Kecelakaan KA Argo Bromo Vs KRL Bisa Berpengaruh ke Kepercayaan Masyarakat Gunakan KAI | ON Focus
Tribun-video April 28, 2026 11:42 PM

TRIBUN-VIDEO - Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), tak hanya meninggalkan duka, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar soal keselamatan transportasi perkeretaapian nasional.

Dalam program ON FOCUS Tribunnews, pengamat transportasi Joni Martinus menilai insiden ini berdampak lebih luas dari sekadar kecelakaan teknis.

Menurutnya, selain faktor sinyal, komunikasi, hingga potensi kelalaian operasional, peristiwa ini dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.

“Bagaimana masyarakat nanti bisa berkurang kepercayaan ketika menggunakan kereta api. Ini menjadi PR besar bagi PT KAI,” ujarnya melalui sambungan Zoom dengan Tribunnews, Selasa (28/4/2026).

Ia menegaskan, munculnya rasa trauma publik terhadap KRL maupun kereta jarak jauh harus menjadi perhatian serius agar tidak berdampak jangka panjang pada mobilitas masyarakat.

Joni menjelaskan, kecelakaan seperti ini umumnya melibatkan banyak faktor: mulai dari pelanggaran sinyal, gangguan sistem, miskomunikasi, hingga kondisi teknis dan faktor manusia.

Ia juga menyoroti pentingnya sistem keselamatan berlapis di perkeretaapian, termasuk pengawasan sinyal, pusat kendali perjalanan, hingga prosedur operasional.

Di luar faktor internal KAI, Joni menilai perlintasan sebidang liar masih menjadi titik rawan kecelakaan yang harus segera ditangani.

Ia meminta pemerintah daerah hingga Dinas Perhubungan ikut bertanggung jawab.

"Dalam kasus ini, tidak hanya PT KAI atau KCI yang harus berbenah, tapi Dinas Perhubungan dan Pemkot Bekasi juga harus ada action. Mereka harus menutup celah-celah perlintasan liar tersebut," kata Joni.

Saksikan analisa dan wawancara lengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.