Sosok dan Biografi Syekh Yusuf Al-Makassari, Mufti Agung Kesultanan Banten yang Diasingkan ke Afrika
Abdul Rosid April 29, 2026 12:04 AM

Laporan Reporter TribunBanten.com, Ahmad Haris

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Berikut sosok dan biografi singkat Syekh Yusuf Al-Makassari, ulama asal Sulawesi Selatan yang pernah menjadi mufti agung di Kesultanan Banten pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa.

Syekh Yusuf Al-Makassari lahir pada tahun 1626 di Gowa, Sulawesi Selatan. Ia dikenal sebagai ulama besar, sufi, sekaligus pejuang anti-kolonial yang memiliki pengaruh luas hingga mancanegara.

Sejak muda, Syekh Yusuf menempuh perjalanan panjang untuk menuntut ilmu ke berbagai pusat peradaban Islam, termasuk di Timur Tengah. Ia berguru kepada sejumlah ulama terkemuka dan mendalami ilmu tasawuf, fikih, serta teologi.

Baca juga: Menteri Fadli Zon Hadiri Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf di Kota Serang Banten, Peziarah Antusias

Sepulang dari perantauan, Syekh Yusuf aktif menyebarkan ajaran Islam di Nusantara. Ia juga terlibat dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda, khususnya di wilayah Banten pada masa Kesultanan Banten.

Kedekatannya dengan Sultan Ageng Tirtayasa menjadikannya salah satu tokoh penting dalam perlawanan terhadap VOC.

Akibat aktivitas perjuangannya, Syekh Yusuf ditangkap oleh Belanda dan diasingkan ke Sri Lanka, sebelum akhirnya dipindahkan ke Afrika Selatan.

Di tempat pengasingannya, ia tetap berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam, sehingga namanya dikenal luas hingga ke luar Indonesia.

Syekh Yusuf wafat pada tahun 1699 di Cape Town, Afrika Selatan. Atas jasa-jasanya, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia. Bahkan, pemerintah Afrika Selatan juga mengakui perannya sebagai tokoh penting dalam sejarah perkembangan Islam di negara tersebut.

Kemenbud Peringati 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari di kawasan Masjid Agung Banten, Kota Serang, Selasa (28/4/2026) malam.

Kegiatan berskala nasional ini menarik ribuan peziarah dan wisatawan dari berbagai daerah, sehingga kawasan Banten Lama dipadati pengunjung sejak sore hari.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama sejumlah tokoh agama, budayawan, serta perwakilan pemerintah daerah.

Kehadiran mereka menegaskan pentingnya peran sejarah dan warisan intelektual Syekh Yusuf dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Momentum Pelestarian Sejarah dan Budaya

Peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian sejarah dan budaya bangsa.

Kementerian Kebudayaan menilai kegiatan ini dapat memperkuat identitas nasional sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tokoh-tokoh berpengaruh dalam sejarah Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.