TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSBS Biak kian terbenam di dasar klasemen usai menelan kekalahan telak 0-7 dari Malut United dalam laga di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (28/4/2026) malam.
Kekalahan ini semakin menegaskan beratnya perjuangan tim asal Papua tersebut untuk bertahan di kasta tertinggi musim ini.
Sempat mampu menahan permainan di babak pertama, PSBS justru kolaps selepas jeda. Petaka dimulai pada menit ke-51 ketika David da Silva memanfaatkan bola muntah hasil tangkapan tak sempurna kiper PSBS.
Gawang PSBS kembali kebobolan pada menit ke-58 melalui Septian David Maulana. Hanya berselang dua menit, lini pertahanan PSBS kembali gagal mengantisipasi serangan balik cepat yang diselesaikan Yakob Sayuri menjadi gol ketiga.
Tekanan bertubi-tubi Malut United membuat pertahanan PSBS tak mampu keluar dari tekanan.
Tyronne del Pino menambah penderitaan lewat gol di menit ke-69, disusul gol kedua David da Silva pada menit ke-79 yang membuat skor semakin melebar.
Di penghujung laga, kondisi PSBS semakin tak tertolong. Frets Butuan mencetak gol keenam pada menit ke-89, sebelum Septian David Maulana menutup pesta gol Malut United di masa injury time (90+8).
Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, menilai hasil ini sebagai bagian dari proses evaluasi tim. Ia mengungkapkan bahwa dalam laga tersebut, timnya sengaja memberi kesempatan kepada pemain yang minim menit bermain.
“Apa yang terjadi tadi normal ya. Karena kita memutuskan memainkan pemain yang menit bermainnya sedikit. Mereka belum punya kemampuan meski mereka berbakat. Jadi kita mau lihat pemain yang bisa bantu kita musim depan,” ujar Marian.
Ia juga menilai anak asuhnya sejatinya tampil cukup baik di babak pertama sebelum akhirnya kehilangan kontrol di paruh kedua pertandingan. “Babak pertama main cukup baik dan kita lihat gol terjadi di babak kedua,” lanjutnya.
Lebih jauh, Marian mulai mengarahkan fokus pada persiapan musim depan, dengan mempertimbangkan perbedaan regulasi antara Liga 1 dan Liga 2, khususnya terkait kuota pemain asing.
“Kita tahu musim depan Liga 2 pasti beda dengan Liga 1. Liga 1 main dengan tujuh pemain asing dan itu lebih bagus. Kalau Liga 2 hanya tiga pemain asing dan kita akan lihat siapa yang bagus,” jelasnya.
Kekalahan ini menjadi yang ke-20 bagi PSBS Biak dari total 30 pertandingan musim ini. Dengan koleksi 18 poin, mereka masih terpaku di dasar klasemen dan menghadapi situasi yang semakin kritis.
Sementara itu, Pelatih Malut United FC, Hendri Susilo, mengaku bersyukur dengan hasil yang didapat oleh anak asuhnya.
”Saya bersyukur bahwa Malut malam ini menang besar,” ujar pelatih asal Bukittinggi itu.
Ia mengakui, pada babak pertama anak asuhnya sempat mengalami kebuntuan dalam menjebol gawang PSBS Biak.
”Kita sempat buntu sekali di babak pertama. Banyak peluang tapi tidak gol. Babak kedua kita coba ubah formasi dan gol itu akhirnya datang. Saya bilang ke pemain di jeda babak, kalian kalau bisa cetak satu gol saja pasti gol lain akan datang lagi," tukasnya.