TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ketersediaan pangan di wilayah eks-Karesidenan Kedu dipastikan dalam kondisi aman. Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan stok beras saat ini telah mencapai 61.300 ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Azis saat meninjau langsung gudang milik Perum Bulog Cabang Magelang bersama pimpinan cabang, Ihsan Suradilaga. Peninjauan dilakukan untuk memastikan distribusi dan ketersediaan pangan berjalan optimal di wilayah Magelang dan sekitarnya.
“Ketahanan pangan regional Kedu dalam kondisi sangat aman. Stok ini mencakup lima kabupaten dan satu kota, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Azis.
Dalam kunjungannya, Azis menyusuri langsung area penyimpanan beras untuk melihat kondisi riil di lapangan. Ia menekankan bahwa gudang Bulog bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan simbol kehadiran negara dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat.
“Gudang ini adalah bentuk komitmen negara agar masyarakat bisa memperoleh pangan dengan tenang dan harga yang adil,” tegasnya.
Selain memastikan stok, perhatian juga diberikan pada kesejahteraan petani. Melalui Bulog, kata Azis, pemerintah menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram guna menjaga stabilitas pendapatan petani, khususnya saat panen raya.
“Kita ingin petani tetap mendapatkan harga yang layak agar semangat produksi tetap terjaga,” ungkapnya.
Di sisi lain, lanjut Azis, pemerintah juga mengawal harga beras di tingkat konsumen agar tetap terjangkau. Harga maksimal dipatok di kisaran Rp12.000 per kilogram untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan inflasi daerah.
Menariknya, seluruh stok beras di wilayah Kedu berasal dari hasil panen lokal. Proses pengolahan dilakukan melalui kerja sama dengan penggilingan padi milik masyarakat, yang turut memberikan dampak ekonomi dengan upah produksi sekitar Rp880 per kilogram.
“Kemandirian pangan di Kedu lahir dari kekuatan petani lokal. Ini menjadi fondasi penting agar kita tidak bergantung pada pasokan luar,” jelas Azis.
Meski demikian, Azis mencatat adanya kekurangan stok minyak goreng bersubsidi Minyakita sekitar 100.000 liter dari kebutuhan ideal. Ia memastikan distribusi tambahan dari pusat segera dilakukan untuk menutup kekurangan tersebut.
“Saya pastikan pasokan akan segera datang agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Azis mengutarakan Sebagai langkah ke depan, pemerintah juga mendorong pembangunan fasilitas pengolahan modern seperti Rice Milling Unit (RMU) di sejumlah titik di Jawa Tengah. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.
Dengan stok yang melimpah dan dukungan dari berbagai pihak, Magelang dan wilayah Kedu diyakini tetap menjadi salah satu daerah penyangga ketahanan pangan di Jawa Tengah.