Dies Natalis ke-47 Untidar, Perkuat Budaya hingga Hadirkan Festival Literasi dan Ketoprak Kampus
Yoseph Hary W April 29, 2026 12:05 AM

 

‎TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Universitas Tidar (Untidar) merayakan Dies Natalis ke-47 dengan menghadirkan rangkaian kegiatan yang sarat makna budaya, akademik, hingga keterlibatan masyarakat. 

Mengusung tema “Vidya Loka Adhikarya” yang berarti ilmu berdampak bagi peradaban, perayaan tahun ini menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat jati diri sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Nguri-uri budaya


‎Ketua panitia, Muhammad Daniel Fahmi Rizal, menjelaskan bahwa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dipercaya menjadi tuan rumah. Tema yang diangkat selaras dengan visi Untidar sebagai kampus unggul dalam kebudayaan dan kewirausahaan.

‎“Kami ingin perayaan ini benar-benar ‘nguri-uri’ budaya. Karena itu, banyak kegiatan yang kental dengan nuansa seni dan spiritualitas untuk memperkuat jati diri kampus,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (28/4/2026).

‎Fahmi melanjutkan rangkaian Dies Natalis telah dimulai sejak 11 Maret dengan kegiatan Khotmil Qur’an sebanyak 47 kali, menyesuaikan usia Untidar, serta pengajian bersama Gus Yusuf. Sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh pendahulu, panitia juga melakukan ziarah ke makam Soepanji di Solo dan bersilaturahmi ke kediaman Cahyo Yusuf.

‎Jaga akar sejarah kampus

 

Rektor Untidar, Sugiyarto, menegaskan pentingnya menjaga akar sejarah kampus, khususnya masa transisi dari UTM menjadi perguruan tinggi negeri yang kini telah berjalan selama 12 tahun.

‎“Kami tengah menguatkan nilai-nilai Untidar. Salah satu langkah simbolisnya adalah penamaan gedung menggunakan nama tokoh yang berjasa, dimulai dari Gedung HR Suparsono,” jelasnya.

‎Puncak seremoni akademik akan digelar melalui Sidang Senat Terbuka pada 5 Mei di Kampus Tuguran, yang akan menghadirkan orasi ilmiah dari Komaruddin serta direncanakan dihadiri Basuki Hadimuljono.

‎Tak hanya kegiatan formal, lanjut Sugiarto, Untidar juga menyuguhkan pertunjukan seni yang unik, salah satunya pentas ketoprak pada 8 Mei. Pertunjukan ini melibatkan kolaborasi dosen FKIP dengan seniman dari Temanggung, diproduseri langsung oleh Rektor. Naskah ditulis oleh Pawitri dan disutradarai oleh Agus Purwoko.

‎"Kami juga melakukan penanaman pohon oleh lima guru besar akan dilakukan sebagai simbol “penanaman ilmu” di kampus. Tahun ini juga menjadi momentum peluncuran Festival Literasi pada 7–10 Juni, yang akan diisi dengan peluncuran buku karya akademisi serta pameran seni dan sastra," Imbuhnya.

Sederet agenda

‎Perayaan semakin semarak dengan berbagai agenda terbuka untuk publik, seperti Expo Kompetisi dan Kewirausahaan Nasional pada 10–11 Juni yang menghadirkan sekitar 150 stan, Untidar Run 9.1K, serta Seminar Kebangsaan dan Sharing Alumni pada 3 Juni.

‎"Nantin puncaknya, Untidar akan menggelar Tidar International Conference sebagai langkah strategis memperluas jejaring global dan memperkuat posisi kampus di kancah internasional," Jelas Sugiarto.

‎Diharapkan dengan rangkaian kegiatan yang semakin inovatif dan inklusif, Dies Natalis ke-47 Untidar tak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum mempertegas peran perguruan tinggi dalam membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan dan budaya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.