Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- KONI Kota Bandung melakukan persiapan serius menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Tak-tanggung-tanggung KONI Kota Bandung membidik target juara umum di ajang ini.
Sebagai langkah persiapan, sebanyak seribu lebih atlet Kota Bandung dari berbagai cabang olahraga menjalani tes fisik di Kampus FPOK UPI, Cicaheum, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026).
Para atlet terlihat antre, silih berganti memasuki ruangan tes mulai dari flexsibilitas, cor, endurance, sit n reach, body reaction, dan lainnya.
Sekertaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, Hendy Maulana Yusuf, mengungkapkan sport science ini dilakukan sebagai alat ukur kesiapan para atlet Kota Bandung yang akan terlibat dalam event Porprov tahun 2026.
Baca juga: Siap Hadapi Bhayangkara FC, Bojan Hodak Sebut Mental Pemain Oke dan Evaluasi Finishing
"Mudah-mudahan dari kegiatan Porprov 2026 ini, atlet-atlet Kota Bandung yang dikirim untuk bertanding dan membela nama Kota Bandung, dapat memberikan satu kontribusi yang maksimal. Di mana Pak Wali Kota selalu menggembar-gemborkan bahwa untuk Porprov 2026 ini, Kota Bandung harus merebut Juara Umum," ujar Hendy, di sela kegiatan.
Hendy menjelaskan tes fisik ini sebagai bahan evaluasi awal, tentang kesiapan atlet-atlet yang akan diturinkan pada saat Porprov 2026, ini akan jadi bahan evaluasi bersama baik dari Dispora dan KONI ke depannya
"Apakah atlet yang akan diturunkan ini dan sudah tercantum sebagai atlet unggulan, sudah mantap atau belum. Apabila belum mantap masih ada waktu sekitar 6-7 bulan lagi untuk memantapkan, bahwa atlet-atlet Kota Bandung itu harus menampilkan dan berjuang semaksimal mungkin merebut hasil yang maksimal, mendulang medali emas sebanyak-banyaknya," kata Hendy.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Bandung, Nuryadi, menjelaskan tes awal ini adalah untuk mengecek kemampuan kondisi fisik.
"Karena para atlet terutama yang Tupres (Tunjangan Prestasi) dan Latcabkhus (Latihan Cabang Khusus) sudah dua tahun terakhir mendapatkan tunjangan," kata Nuryadi.
Baca juga: BREAKING NEWS: Sosok Perempuan Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bandung Barat
Nuryadi mengungkapkan, di tahun 2026 ini sudah juga diverifikasi, termasuk juga beberapa cabang olahraga yang sudah dieksekusi. Kini kata dia, dverifikasi, dan hari ini dipastikan apakah betul mereka berlatih selama ini di internal cabor masing-masing.
Menurut Nuryadi, terdapat 1.181 atlet yang mengikuti tes fisik terdiri dari atlet Tupres, Latcabkhus, dan atlet yang lainnya.
"Berikutnya, itu sebagai bahan evaluasi juga untuk para pelatih. Dilihat dari kondisi fisiknya nanti ada di posisi mana, apakah kurang, sedang, atau cukup maksimal," tuturnya.
Sebab kata Nuryadi, ada beberapa atlet yang sampai saat ini sedang mengikuti kejuaraan, baik lokal maupun nasional, bahkan ada beberapa yang sudah mengikuti kejuaraan internasional.
"Seperti yang nasional kemarin, atlet-atlet Taekwondo, ya, di luar Jawa, dan alhamdulillah itu juara umum. Salah satunya kontribusi dari Kota Bandung," kata Nuryadi.
Memang kata Nuryadi, Kota Bandung memiliki sekitar 1.898 atlet dan 1.181 jalani tes fisik sehingga masih ada sekitar 700 atlet lagi.
"Ini kami akan verifikasi dari sisi peluang dan lain-lain karena data membuktikan, bahwa Porprov lalu ada 375 orang yang tidak mendapatkan medali dari sekian cabor. Jadi artinya ini salah satu bahan betul-betul evaluasi, apalagi dengan sistem penganggaran sekarang yang notabene sekarang semua kota/kabupaten sedang efisiensi," ujar dia.
Nuryadi mengatakan, pihaknya betul-betul yang sangat efisien dan efektif.
Ia menegaskan KONI Kota Bandung tidak mengirimkan atlet yang tidak akan meraih medali karena itu prinsip efisiensi.
Tujuannya supaya atlet yang betul-betul berpotenis meraih medali bisa maksimal.
Nuryadi mengatakan, atlet-atlet Kota Bandung untuk Porprov ini nantinya bakal diproyeksikan untuk Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional.
"Catatannya, kami betul-betul harus 'ngarojong' Pemerintah Jawa Barat. Apalah artinya yang kami lakukan kalau hanya terputus sampai di kota ini. Ini harus masuk ke tim kekuatan inti dari Jabar," ujar Nuryadi.
Nuryadi menargetkan minimal 21,1 persen atlet Kota Bandung berkontribusi untuk kepentingan Provinsi Jawa Barat.
"Insya Allah Kota Bandung harus mencapai target itu," ucapnya. (*)