Tunjukkan Mental Baja, Ester Nurumi Bawa Srikandi Merah Putih Juara Grup C Piala Uber 2026
Moch Krisna April 29, 2026 12:32 AM

 






TRIBUNSUMSEL.COM --
 Ester Nurumi Tri Wardoyo muncul sebagai pahlawan bagi tim Uber Indonesia dalam laga pamungkas fase grup melawan Taiwan.

Turun di partai penentu saat kedudukan imbang 2-2, Ester sukses mengatasi tekanan mental yang berat untuk menyegel kemenangan 3-2, sekaligus mengantarkan Indonesia keluar sebagai juara Grup C.

Melawan Huang Yu-hsun, Ester sempat membuat pendukung Indonesia jantungan karena tampil telat panas.

Di gim pembuka, ia kerap melakukan kesalahan sendiri yang membuatnya kecolongan lebih dulu.

Namun, mentalitas baja ditunjukkan adik kandung Chico Aura Dwi Wardoyo ini.

Ester berhasil menemukan kembali sentuhan magisnya dan melakukan comeback gemilang di gim kedua dan ketiga.

Kemenangan rubber game Ester tidak hanya menyumbang poin kemenangan dengan skor 15-21, 21-19, 21-12.

 

Comeback Srikandi Merah-Putih

Sejatinya, pasukan Srikandi Merah Putih mengawali laga dengan sangat menjanjikan. Kapten tim, Putri Kusuma Wardani, yang turun sebagai tunggal pertama, tampil solid tanpa cela.

Hanya butuh dua gim langsung bagi Putri KW untuk menjinakkan Chiu Pin-chian sekaligus membuka keunggulan 1-0. 

Sayangnya, tren positif tersebut gagal dilanjutkan oleh ganda pertama, Amallia Pratiwi/Siti Fadia Silva.

Pasangan Tiwi/Fadia gagal menunjukkan performa terbaik mereka dan justru terjebak dalam banjir eror.

Keuntungan bagi Hsieh Pei-shan/Hung En-tzu yang sukses mencuri poin dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dalam permainan dua gim saja.

Drama mencapai puncaknya di partai ketiga saat tunggal muda asal Bali, Kadek Dhinda, berhadapan dengan Lin Hsiang-ti.

Sempat tertekan hebat di gim pertama, Dhinda menunjukkan semangat juang di gim kedua.

Dunia bulu tangkis dibuat terpana saat kedua pemain terlibat deuce panjang hingga menyentuh angka maksimal 29-29. Sayangnya, di titik nadir tersebut, Dhinda harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 29-30.

Kedudukan berbalik 1-2 untuk keunggulan Taiwan, membuat mentalitas Indonesia sempat dipertanyakan.

Magis Ganda Kedua dan Status Juara Grup
Di tengah situasi kritis, magis hadir melalui ganda kedua, Rachel Allessya/Febi Setianingrum.

Bertanding selama 64 menit penuh peluh, Rachel/Febi dipaksa bermain rubber game oleh Hsu Yin-hui/Lin Jhih-yun.

Meski sempat kehilangan gim pertama, pasangan muda ini bangkit secara heroik di dua gim berikutnya untuk menyamakan skor menjadi 2-2.

Keberhasilan Rachel/Febi inilah yang membuka jalan bagi Ester Nurumi untuk menjadi penentu kemenangan.

Keluar sebagai juara grup memberikan keuntungan strategis yang sangat besar bagi Indonesia di babak sistem gugur.

Dengan status ini, Indonesia dipastikan akan terhindar dari pertemuan dini melawan tim-tim raksasa seperti China, Korea Selatan, maupun Jepang di babak perempat final.

Hal ini memperlebar peluang Indonesia untuk mengulangi prestasi gemilang edisi 2024 lalu, di mana Merah Putih sukses menembus babak final dan membawa pulang medali perak.

Secara regulasi, syarat minimal untuk mengamankan medali adalah menembus babak semifinal, yang secara otomatis akan menjamin medali perunggu bagi tim yang kalah.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.