Daftar Wilayah di Sulawesi Tenggara Diprediksi Dilanda Cuaca Ekstrem, BMKG Imbau Waspada Banjir
Sitti Nurmalasari April 29, 2026 12:50 AM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari merilis daftar wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem hingga 4 Mei 2026.

Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang terjadi secara bertahap di sejumlah daerah.

Pada 28 April 2026, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Konawe, Konawe Selatan (Konsel), Kolaka, Kolaka Timur (Koltim), Kolaka Utara (Kolut), Buton Utara (Butur), Baubau, Buton, dan Buton Selatan (Busel).

Selanjutnya, 29 April 2026 mencakup Kolaka, Bombana, Konawe Selatan, Muna, Buton Tengah (Buteng), Buton, dan Baubau.

Pada 30 April 2026, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kolaka, Kolaka Utara, Bombana, Buton Tengah, Buton, Baubau, dan Buton Selatan.

Baca juga: 68 Rumah, 366 Jiwa Terdampak Cuaca Ekstrem di Konawe Sulawesi Tenggara, Warga Tak Lagi Melaut

Memasuki 1 Mei 2026, wilayah terdampak meliputi Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Bombana, Konawe Selatan, dan Buton.

Sementara 2 Mei 2026 diprediksi terjadi di Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, dan Konawe.

Adapun pada 3 hingga 4 Mei 2026, potensi cuaca ekstrem berlanjut di Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Konawe, dan Konawe Utara (Konut).

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, mengatakan kondisi ini dipicu oleh aktifnya gelombang atmosfer seperti Equatorial Rossby, Kelvin, dan Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Sultra.

Selain itu, suhu permukaan laut yang hangat dan kelembapan udara yang tinggi turut mendukung pembentukan awan hujan.

Baca juga: Kondisi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun di Indonesia, Daftar Wilayah Terdampak, Sulawesi Tenggara? 

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Pengguna jalan juga diminta berhati-hati karena hujan lebat dapat mengurangi jarak pandang dan membuat jalan menjadi licin.

“Masyarakat diharapkan rutin memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi,” jelas Faizal. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.