TRIBUNJATIM.COM - Ajang Piala Dunia selalu menghadirkan cerita-cerita menarik, mulai dari rekor gemilang hingga kejadian yang sulit dipercaya.
Jika mencetak banyak gol dalam satu turnamen sudah menjadi hal yang lazim, ada pula momen unik yang justru dikenang karena keanehannya.
Salah satu peristiwa paling ganjil terjadi pada edisi Piala Dunia 2006.
Dalam pertandingan terakhir Grup F yang mempertemukan Tim nasional Kroasia dan Tim nasional Australia, tercipta sebuah kejadian yang jarang, bahkan nyaris tidak pernah terulang di level tertinggi sepak bola dunia.
Baca juga: Deretan Kisah Tuan Rumah Piala Dunia, dari Prestasi Sampai Tragedi, Qatar Kalah 3 Pertandingan
Bek Kroasia, Josip Simunic, menjadi pusat perhatian dalam laga tersebut.
Ia menerima kartu kuning pertama pada menit ke-66 setelah melakukan pelanggaran terhadap Harry Kewell.
Insiden itu tampak biasa, seperti pelanggaran yang sering terjadi dalam pertandingan sengit.
Namun, yang membuatnya luar biasa adalah apa yang terjadi setelahnya.
Alih-alih hanya mendapat dua kartu kuning lalu diusir keluar lapangan, Simunic justru tercatat menerima tiga kartu kuning dalam satu pertandingan.
Sebuah kejadian yang membingungkan sekaligus menjadi salah satu momen paling unik dalam sejarah Piala Dunia.
Baca juga: FIFA Berencana Naikkan Hadiah Uang di Piala Dunia 2026 Imbas Peserta Cemas
Josep Simunic diganjar kartu kuning setelah menekel Harry Kewell saat laga berjalan 66 menit.
Memasuki menit ke-90, Simunic dinyatakan melakukan pelanggaran dan mendapatkan kartu kuning kedua dari wasit Graham Poll.
Regulasi sepak bola menyatakan seorang pemain mendapat kartu merah setelah memperoleh dua kartu kuning dalam satu partai.
Namun, sang bek Kroasia justru masih tetap berada di lapangan.
Letak permasalahannya ada pada wasit yang salah menulis nama untuk kartu kuning kedua Simunic sehingga lupa bahwa kartu merah seharusnya diberikan.
Simunic mendapatkan kartu kuning ketiga usai pertandingan karena protes keras.
Kali ini, hukuman dia berbuah pengusiran.
Menurut catatan Poll sendiri, itu adalah peringatan kedua sehingga Simunic mendapatkan kartu merah.
Sebuah kesalahan yang akhirnya menelurkan rekor tak biasa, kartu kuning terbanyak untuk seorang pemain dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Baca juga: Alasan Utusan Donald Trump Minta ke FIFA agar Italia yang Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
"Apa yang saya lakukan adalah kesalahan hukum," kata Poll, dikutip dari BolaSport.com pada Selasa (28/4/2026).
"Tidak ada yang bisa membantahnya."
"Itu bukan disebabkan oleh arahan FIFA, bukan pula karena saya diminta untuk memimpin laga secara berbeda dari cara saya memimpin pertandingan di Liga Inggris."
"Hukum permainan sangat spesifik."
"Wasit bertanggung jawab atas tindakannya di lapangan."
“Saya adalah wasit pada laga tersebut. Itu adalah kesalahan saya dan tanggung jawab sepenuhnya ada pada saya," pungkas sang pengadil lapangan.
Pertandingan Kroasia versus Australia berakhir tanpa pemenang dengan skor 2-2.