Doa dan Makna Wukuf di Arafah, Puncak Ibadah Haji yang Penuh Ampunan
Arie Noer Rachmawati April 29, 2026 01:14 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Ibadah haji memiliki rangkaian rukun yang wajib dilaksanakan oleh setiap jemaah agar hajinya sah.

Urutan rukun tersebut dimulai dari ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa’i, tahallul, dan diakhiri dengan tertib.

Ihram menjadi langkah awal, yaitu saat jemaah berniat menunaikan ibadah haji dari miqat yang telah ditentukan.

Pada fase ini, jemaah mengenakan pakaian ihram sebagai simbol kesederhanaan dan kesucian.

Sejak niat diucapkan, setiap jemaah wajib menjaga perilaku, menjauhi larangan ihram, serta memperbanyak amal baik seperti berzikir dan bertalbiyah.

Setelah itu, puncak ibadah haji berlangsung saat wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah.

Arafah merupakan padang luas yang terletak sekitar 20 kilometer di tenggara Kota Mekah.

Kawasan ini dikelilingi perbukitan kecil, salah satunya Jabal Rahmah yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi umat Islam.

Baca juga: Kisah Guru Ngaji Tak Pernah Patok Tarif, Kini Berangkat Haji Hasil Nabung di Bawah Kasur

Wukuf di Arafah adalah momen yang sangat penting, bahkan sering disebut sebagai inti dari ibadah haji. 

Pada saat ini, jemaah dianjurkan untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, berzikir, serta membaca Al-Qur’an.

Suasana khusyuk dan penuh harap menyelimuti jutaan jemaah yang berkumpul dengan satu tujuan, yaitu mendekatkan diri kepada Allah.

Selain sebagai rukun, wukuf juga diyakini sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa.

Oleh karena itu, jemaah diharapkan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dengan memperbanyak talbiyah dan munajat.

Dalam buku Manasik Haji dan Umrah 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah membagikan doa-doa yang dibaca ketika wukuf di Arafah sebagai berikut.

Doa Ketika Berangkat ke Arafah

للَّهُمَّ إِلَيْكَ تَوَجَّحْتُ وَوَجَمِكَ الْكَرِيمِ أَرَدْتُ فَاجْعَلْ ذَ بِي مَغْفُوْرًا وَحَجَّي مَبْرُوْرًا وَارْحَمَنِي وَلَا تُخَيْنِي إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير

Allāhumma ilaika tawajjahtu wa wajhaka al-karīma aradtu, faj‘al dzambī maghfūran wa ḥajjī mabrūran, warḥamnī wa lā tukhayyibnī, innaka ‘alā kulli syai’in qadīr.

Artinya:

"Ya Allah, hanya kepada-Mu aku menghadap dan terhadap-Мu Tuhan Yang Pemurah aku mengharap, maka jadikan dosa-ku terampuni, hajiku diterima, sayangilah aku dan jangan permalukan. Sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Doa Ketika Masuk Arafah

اللَّهُمَّ إِلَيْكَ تَوَلَّحْتُ وَبِكَ اعْتَصَمْتُ ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْت.ُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ تُبَاهِي بِهِ اليَوْمَ مَلَائِكَتَكَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير

Allāhumma ilaika tawajjahtu, wa bika i‘taṣamtu, wa ‘alaika tawakkaltu. Allāhumma ij‘alnī mimman tubāhī bihi al-yauma malāikataka, innaka ‘alā kulli syai’in qadīr.

Artinya:

"Ya Allah, hanya kepada-Mu aku menghadap, hanya dengan-Mu aku berpegang teguh dan kepada-Mu aku berserah diri. Ya Allah, jadi kanlah aku di antara orang yang hari ini Engkau banggakan di hadapan Malaikat-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Baca juga: Boneka Hingga Rajutan Jadi Tanda: Cara Unik Jemaah Haji Pacitan Agar Koper Tak Tertukar di Makkah

Doa Ketika Melihat Jabal Rahmah

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ وَأَعْطِنِي سُؤْلِي وَوَجَهُ لِي الْخَيْرُ أَيْنَمَا تَوَجَّهْتُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ  وَالله أكبر.

Allāhumma ighfir lī wa tub ‘alayya wa a‘thinī su’lī wa wajjih lī al-khaira aynamā tawajjahtu. Subḥānallāh wal-ḥamdu lillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar.

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah aku, terimalah taubatku, penuhilah segala permintaanku dan hadapkanlah kebaikan kepadaku dimana-pun aku menghadapkan diri. Maha Suci Allah, segala puji hanya bagi Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Agung."

Talbiyah dan Salawat Selama Wukuf di Arafah

Talbiyah

لْبَيْكَ اللَّهُمَّ لَبَيْك،َ لَبَيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَيْتِك،َ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمَلْكَ لَا شَرِيكَ لَك

Labbaika Allāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.

Artinya:

"Aku sambut panggilan-Mu ya Allah, aku sambut panggilan-Mu, aku sambut panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku sambut panggilan-Mu. Segala puji, kemuliaan, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu."

Salawat:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allāhumma ṣalli wa sallim ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā āli sayyidinā Muḥammad.

Artinya:

"Ya Allah, limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya."

Doa Setelah Salawat

اللَّهُم إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخْطِكَ والنَّارِ رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةٌ وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Allāhumma innā nas’aluka riḍāka wal-jannah, wa na‘ūdzu bika min sakhaṭika wan-nār. Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā ‘adzāban-nār.

Artinya:

"Ya Allah, kami memohon keridaanMu dan surga, dan kami berlindung pada-Mu dari murkaMu dan siksa neraka Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka."

Baca juga: 20 Tahun Sisihkan Rp 10 Ribu Perhari, Siti Nafiah dari Jualan Tempe Bisa Naik Haji

Makna Wukuf di Arafah

Wukuf di Padang Arafah bukan sekadar berdiam diri secara fisik, tetapi merupakan momen puncak perjalanan spiritual dalam ibadah haji.

Di tempat ini, jutaan manusia dari berbagai latar belakang berkumpul dalam pakaian ihram yang sama, tanpa perbedaan status sosial, seakan menggambarkan kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT.

Kementerian Agama menjelaskan, wukuf menjadi ruang refleksi terdalam, di mana seseorang berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan untuk merenungi diri, menyadari kesalahan, serta memohon ampun dengan penuh kerendahan hati.

Inilah saat manusia kembali mengenali jati dirinya sebagai hamba yang lemah dan bergantung sepenuhnya kepada Sang Pencipta.

Lebih dari itu, Arafah juga mengandung makna “pengenalan” (ma’rifah), yaitu proses mengenal diri yang mengantarkan pada pengenalan kepada Allah SWT.

Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, doa, zikir, dan taubat mengalir tanpa henti, mempertemukan kesadaran kognitif dengan kesadaran spiritual.

Wukuf menjadi titik balik kehidupan, tempat seseorang menata ulang niat, memperbaiki arah hidup, dan memperkuat hubungan dengan Tuhan.

Karena itulah Rasulullah SAW bersabda, “Al-hajju ‘Arafah”, menegaskan bahwa inti haji terletak pada momen kesadaran dan perjumpaan batin yang terjadi di Arafah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.