TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Perhubungan Kota Medan secara resmi mengimbau masyarakat Kota Medan untuk memperhatikan rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan hari ini, Rabu (29/4). Berdasarkan informasi resmi, penutupan dan pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan pada pukul 16.00 hingga 17.00 WIB di sejumlah ruas jalan strategis di pusat kota. Status kegiatan ditetapkan dalam kondisi “situasi kuning”.
"Rekayasa arus digelar Rabu, dari pagi pukul 08.00 lebih dahulu simulasi. Rekayasa bagian dari puncak peringatan May Day. Masyarakat diimbau menghindari arus yang akan ditutup, dan memilih jalur alternatif sementara," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Irsan Nasution, Selasa sore (28/4)
Rekayasa ini dilakukan untuk mendukung kelancaran kegiatan di kawasan Lapangan Benteng dan sekitarnya, sekaligus mengurai kepadatan arus kendaraan. Sejumlah ruas jalan yang akan mengalami penutupan dan pengalihan di antaranya: Akses menuju Lapangan Benteng ditutup dan arus dialihkan ke Jalan Putri Hijau, jalan Mayor ditutup dan dialihkan ke arah Lapangan Merdeka, Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Pulau Pinang dialihkan ke Jalan Putri Hijau, Jalan Kejaksaan dialihkan ke Jalan Imam Bonjol, Jalan Zainul Arifin dialihkan ke Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro (dekat Kantor Gubernur) menuju Lapangan Benteng dialihkan ke Jalan S. Parman.
Selanjutnya, arus menuju Wisma Benteng dialihkan ke Jalan Kejaksaan, arus dari arah Kejaksaan dialihkan ke Jalan Teuku Umar, arus menuju Jalan Candi Biara dialihkan ke Jalan S. Parman, dan Jalan Maulana Lubis dialihkan ke Jalan Candi Borobudur "Selain itu, beberapa pengalihan menggunakan sistem contraflow, terutama di ruas Jalan Pengadilan, guna mengurai kepadatan menuju Jalan Imam Bonjol dan Jalan Sudirman," jelasnya.
Baca juga: Modus Becak Hantu, Pria Pengangguran Bobol Klinik Gigi di Medan Area
Penutupan juga terjadi di sejumlah simpang penting, seperti: simpang Diponegoro – Kartini, Jalan Cut Mutia – Imam Bonjol, Jalan Imam Bonjol – Teuku Daud, dan Jalan Diponegoro – Teuku Daud. "Warga diharapkan mematuhi arahan petugas di lapangan. Langkah ini dilakukan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan bersama," katanya
Masyarakat juga dapat menghubungi layanan kepolisian di nomor 110 yang tersedia 24 jam untuk informasi dan bantuan terkait kondisi lalu lintas. “Dengan adanya rekayasa ini, diharapkan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti, khususnya di kawasan pusat Kota Medan yang kerap mengalami kepadatan pada jam sibuk sore hari,” katanya.
Diketahui, puncak peringatan May Day 2026 akan digelar di Pardede Hall. Di sekitar lokasi diprediksi akan terjadi penumpukan aktivitas buruh bersama Pemko Medan. (dyk/Tribun-Medan.com)