Masinis KA Argo Bromo Anggrek Syok, Duga Sinyal Eror Penyebab Kecelakaan: Harusnya Maksimal Kuning
ninda iswara April 29, 2026 06:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Masinis KA Argo Bromo Anggrek, Noviandi, masih diliputi rasa syok setelah insiden tabrakan dengan KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur.

Di tengah kondisi mental yang belum stabil, perhatiannya justru tertuju pada keselamatan penumpang KRL yang mengalami dampak paling parah.

Peristiwa tersebut sempat terekam dalam siaran langsung kanal YouTube Trainspotter ID dari dalam kereta.

Setelah berhasil keluar dari rangkaian, Novi terlihat berkomunikasi dengan penumpang yang menanyakan situasi di lokasi kejadian.

“Ya, untuk sementara aman sih,” ujarnya saat memastikan kondisi pascakecelakaan.

Meski begitu, ia mengakui bahwa dirinya masih diliputi rasa terguncang akibat insiden tersebut.

Baca juga: Mengira Sudah Meninggal, Sausan Selamat dari Tabrakan KA, Badan Tertumpuk: Terlalu Menyeramkan

Novi juga mengungkapkan bahwa kondisi penumpang KRL terus menjadi hal utama yang ia pikirkan.

“Sama, kalau syok saya juga… Alhamdulillah (selamat), cuma yang penumpang KRL yang paling belakang itu ,” katanya.

Dalam percakapan itu, ia menjelaskan proses evakuasi telah dilakukan dengan arahan petugas di lapangan.

Para penumpang pun diminta untuk segera menuju area atas stasiun sebagai titik aman yang telah ditentukan.

“Evakuasinya ke atas, tapi koordinasi sama pihak stasiunnya ya… sebenarnya ke atas aja sih langsung, di titik evakuasinya kan ini di atas,” jelasnya.

Terkait penyebab kejadian, Novi menduga adanya gangguan pada sistem persinyalan.

Ia menyebut kondisi sinyal yang tiba-tiba berubah menjadi merah sebagai hal yang tidak semestinya terjadi.

“Enggak miss komunikasi kayaknya, ini ada sinyalnya ada yang error,” ungkapnya.

Menurut Novi, berdasarkan prosedur normal, perubahan sinyal dari hijau tidak seharusnya langsung menjadi merah secara tiba-tiba.

“Dibilang mendadak sih enggak, cuma harusnya itu kan enggak bisa merah, soalnya dari Bekasinya hijau. Koneksi… harusnya kalau hijau sini maksimal kuning, enggak bisa merah,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat kejadian, kereta melaju dengan kecepatan cukup tinggi, yakni sekitar 110 kilometer per jam.

“110-an,” ujarnya singkat.

Evakuasi Korban Selesai

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, meninjau langsung lokasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

AHY menyampaikan ucapan belasungkawa terhadap para korban yang meninggal dan luka-luka.

"Yang intinya pertama, kita semua tentunya berduka atas insiden kecelakaan kereta api tadi malam. Tentunya kita mendoakan kepada korban, semoga husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar AHY.

Dirinya memastikan proses evakuasi korban telah selesai dilakukan.

Menurut AHY, prioritas utama pemerintah sejak awal adalah proses penyelamatan dan evakuasi korban dari rangkaian kereta yang terdampak.

"Sekaligus yang paling utama tentunya adalah melakukan evakuasi terhadap korban, dan itu sudah dilakukan. Bisa dikatakan semua sudah berhasil dievakuasi, dikeluarkan dari gerbong yang tertabrak tadi malam," katanya.

AHY juga memaparkan data terbaru korban hingga Selasa siang tadi.

Dirinya menyebut jumlah korban meninggal dunia mencapai 15 orang, sementara puluhan lainnya masih menjalani perawatan.

"Update sampai dengan jam satu siang tadi, ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat, termasuk ada 3 yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit," ujarnya.

Pemerintah, kata AHY, akan terus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik agar dapat segera pulih.

"Sekali lagi kita berupaya maksimal untuk melakukan penanganan secara medis agar bisa menyelamatkan saudara-saudara kita yang masih dirawat saat ini," paparnya. 

Seperti diketahui, kecelakaan ini melibatkan kereta PLB 5568A (Commuter Line relasi Cikarang) dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di KM 28+920 wilayah Stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa bermula dari commuter line yang tertemper taksi listrik lalu ditabrak oleh rangkaian kereta jarak jauh di gerbong paling akhir.

Baca juga: Biasa Jemput, Suyatno Tak Kunjung Lihat Batang Hidung Istri, Tewas Kecelakaan KRL Bekasi, Firasat?

KECELAKAAN MAUT KERETA - Kecelakaan maut antara kereta api jarak jauh KA Argo Anggrek relasi Stasiun Gambir-Pasar Turi Surabaya yang menyeruduk KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.55 WIB
KECELAKAAN MAUT KERETA - Kecelakaan maut antara kereta api jarak jauh KA Argo Anggrek relasi Stasiun Gambir-Pasar Turi Surabaya yang menyeruduk KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.55 WIB (Tribunnews.com/dok)

KAI Minta Maaf

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak pada perjalanan kereta api.

Pihak KAI mengatakan saat ini pihaknya sedang fokus melakukan evakuasi terhadap penumpang dan awak kereta yang terlibat kecelakaan.

"Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar. Saat ini, seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam pernyataannya, Senin (27/4/2026).

KAI lanjut Anne juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujarnya.

KAI akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi.

Pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121.

Firdaus seorang penumpang KRL tujuan Cikarang, mengungkap saat kejadian kereta yang ditumpanginya sedang dalam keadaan berhenti.

Mendadak dari belakang muncul KA Argo Anggrek dari arah Jakarta.

"KRL lagi berhenti tiba-tiba ada KA Anggrek dari belakang ngebut," ujarnya.

Dampak dari tabrakan tersebut cukup parah.

Lokomotif KA Argo Anggrek menembus bodi KRL Commuter Line yang sedang berhenti.

"Banyak penumpang yang terjepit," kata dia.

Tabrakan antara kereta api Jarak jauh (KAJJ) versus KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.

Di lokasi kejadian saat ini terlihat banyak ambulans lalu lalang.

"Banyak ambulans," kata Danang kepada Tribun, Senin(27/4/2026).

Asap juga terlihat mengepul di Stasiun Bekasi Timur. Dalam video juga terlihat ada penumpang KRL yang terjepit bodi kereta.

(TribunTrends/Tribunnews/Chrysnha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.