Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Dampak tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur terus meluas hingga ke wilayah Cirebon.
Sebanyak 27 perjalanan kereta api dibatalkan, sementara ratusan penumpang memilih mengajukan pengembalian tiket (refund) di tengah terganggunya operasional perjalanan.
Pantauan di Stasiun Cirebon Kejaksan pada Selasa (28/4/2026) pagi menunjukkan suasana tetap ramai meski diliputi ketidakpastian jadwal.
Puluhan penumpang tampak duduk di ruang tunggu utama yang ditopang pilar-pilar besar bergaya kolonial, menanti kepastian keberangkatan.
Sebagian sibuk memantau informasi melalui ponsel, sementara lainnya berbincang atau beristirahat dengan barang bawaan di sisi kursi.
Di area boarding gate, antrean penumpang terus mengalir menuju pemeriksaan tiket, sementara layar digital menampilkan jadwal perjalanan ke berbagai kota dengan status yang berubah-ubah.
Di tengah situasi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan penanganan dampak insiden.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin menyampaikan, bahwa hingga Selasa pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 154 tiket kereta api jarak jauh telah di-refund oleh penumpang di wilayah Daop 3.
“Sebanyak 154 tiket KA Jarak Jauh telah di-refund oleh penumpang di wilayah Daop 3, meliputi Stasiun Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Haurgeulis, dan Brebes,” ujar Muhibbuddin dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026) malam.
Ia menjelaskan, KAI memberlakukan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pesan bagi pelanggan yang terdampak keterlambatan, perubahan rute, maupun pembatalan perjalanan.
“KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen (di luar bea pesan) bagi pelanggan yang terdampak keterlambatan, perubahan rute, atau pembatalan perjalanan,” ucapnya.
Batas waktu pengajuan refund diberikan hingga tujuh hari sejak jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket.
Sementara proses pencairan dana diupayakan selesai maksimal dalam waktu 1x24 jam setelah pembatalan dilakukan.
“Kami memastikan seluruh proses dapat diakses dengan mudah melalui berbagai kanal layanan,” kata dia.
Muhibbuddin menuturkan, kebijakan refund ini mencakup berbagai kondisi, mulai dari keterlambatan lebih dari satu jam, perubahan rute perjalanan, hingga pelanggan yang memilih tidak menggunakan kereta pengganti atau moda lanjutan.
“Kebijakan ini juga mencakup tiket pulang-pergi, tiket lanjutan (connecting), serta tiket layanan KAI Group dalam satu kode booking yang terdampak,” katanya.
Sementara itu, upaya pemulihan jalur masih terus dilakukan.
Hingga Selasa dini hari, jalur hilir lintas Bekasi–Tambun telah berhasil dibuka, meski jalur hulu masih dalam proses evakuasi intensif.
“Perjalanan KA di wilayah Daop 3 Cirebon masih mengalami keterlambatan seiring dengan proses normalisasi operasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya terus mengedepankan keselamatan dalam proses pemulihan serta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan terus berupaya mempercepat pemulihan jalur dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan,” ucap Muhibbuddin.
Dalam insiden tersebut, penanganan korban juga menjadi prioritas.
Berdasarkan data terbaru, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 lainnya mengalami luka-luka.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan,” ucap dia.
KAI juga menyiapkan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur serta di Stasiun Gambir untuk membantu keluarga korban dan penumpang mendapatkan informasi.
Sebelumnya, Muhibbuddin menjelaskan, bahwa insiden terjadi saat KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti di emplasemen Stasiun Bekasi Timur.
“Dari kejadian tersebut berdampak kepada operasional kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon,” katanya.
Ia merinci, pembatalan perjalanan terjadi secara bertahap sejak malam kejadian hingga hari berikutnya.
“Tadi malam ada 10 KA yang dibatalkan dan hari ini ada 17 KA lagi, sehingga totalnya menjadi 27 perjalanan,” ujarnya.
Selain pembatalan, sejumlah perjalanan yang tetap beroperasi juga mengalami keterlambatan.
“KA-KA yang masih berjalan juga mengalami keterlambatan yang cukup lumayan,” ucap Muhibbuddin.
Hingga kini, KAI masih terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan operasional dan memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan optimal di tengah situasi yang belum sepenuhnya normal.
Baca juga: 8 Korban Kecelakaan Maut KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur Rayakan Ultah saat Tragedi