Waspada Macet Demo 1500 Sopir Truk di Surabaya 29-30 April, Cek Jalur Alternatif
Pipit Maulidya April 29, 2026 07:53 AM

 

SURYA.CO.ID - Pengguna jalan di Kota Surabaya diimbau untuk mencari rute alternatif demi mengantisipasi kemacetan adanya aksi demo sopir truk.

Sebanyak 1.500 massa aksi dari Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) dilaporkan akan membawa sekitar 900 unit truk untuk menggelar demonstrasi besar-besaran selama dua hari, mulai Rabu (29/4/2026) hingga Kamis (30/4/2026).

Aksi ini dipicu oleh keresahan para sopir truk terkait regulasi barcode BBM subsidi yang dinilai merugikan para sopir angkutan logistik.

Baca juga: Cuaca Surabaya Hari Ini Rabu 29 April 2026: Waspada Potensi Hujan dari Pagi hingga Malam

Titik Kumpul dan Lokasi Demo

Agar tidak terjebak kemacetan, warga Surabaya dan sekitarnya perlu mencatat rute dan lokasi yang akan menjadi titik konsentrasi massa.

Berdasarkan keterangan koordinator aksi, massa akan bergerak dari Sidoarjo menuju pusat kota dan kawasan pelabuhan.

"Ya kami besok di 2 lokasi, berangkat dari Rusunawa Jemundo Sidoarjo lalu kumpul di Bundaran Waru atau Cito. Langsung menuju ke 2 lokasi itu," ujar Angga Firdiansyah, Ketua atau Koordinator Gerakan Sopir Truk Jawa Timur (GSJT) saat dihubungi, Selasa (28/4/2026).

Adapun dua lokasi utama yang akan dipadati ratusan truk adalah:

  • Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Jalan Jagir Wonokromo, Kota Surabaya.
  • Depo Pertamina, kawasan Jalan Perak Barat, Pabean Cantikan, Surabaya.

Kehadiran 900 truk di titik-titik tersebut diprediksi akan berdampak signifikan pada arus lalu lintas di jalur protokol Ahmad Yani, Wonokromo, hingga akses menuju Pelabuhan Tanjung Perak.

Jalan Alternatif

Berdasarkan informasi mengenai titik kumpul massa di Bundaran Waru/Cito dan lokasi aksi di Jagir serta Perak, berikut adalah rute alternatif yang bisa Anda gunakan untuk menghindari kepadatan lalu lintas di Surabaya:

​1. Menghindari Bundaran Waru / CITO (Titik Kumpul)

​Bundaran Waru adalah pintu masuk utama Surabaya yang paling terdampak.

​Via Tol: Jika Anda menggunakan mobil, sangat disarankan masuk ke dalam kota melalui Tol Gunungsari atau Tol Satelit. Jika ingin ke arah Surabaya Timur, bisa keluar di Tol Rungkut atau Tambak Sumur.

​Jalur Alternatif Motor: Gunakan jalur tikus melalui Masjid Al-Akbar (Pagesangan) lalu tembus ke arah Menanggal atau Gayungan, namun tetap waspadai kepadatan di sekitar frontage Ahmad Yani.

​2. Menghindari Jalan Jagir Wonokromo (Kantor Pertamina Patra Niaga)

​Jalan Jagir merupakan jalur penghubung penting antara Surabaya Selatan dan Timur.

​Dari Selatan ke Utara: Gunakan Jalan Ngagel atau Jalan Raya Manyar sebagai alternatif. Hindari melintas di depan Stasiun Wonokromo.

​Dari Timur ke Barat: Gunakan rute melalui Jalan Panjang Jiwo tembus ke Jalan Prapen atau melalui jembatan Ujung Galuh untuk langsung menuju area Darmo/Pusat.

​3. Menghindari Kawasan Jalan Perak Barat (Depo Pertamina)

​Area ini merupakan akses utama menuju pelabuhan.

​Gunakan Jalan Perak Timur: Biasanya jika Perak Barat padat, arus dialihkan ke Jalan Perak Timur (jalur dua arah sementara).

​Via Tol Dupak/Perak: Lebih aman menggunakan akses tol langsung yang keluar di dermaga atau area Pelabuhan Tanjung Perak untuk menghindari kerumunan di jalan protokol.

​Jalur Alternatif: Bisa memutar melalui Jalan Jakarta atau Jalan Hang Tuah jika ingin menuju ke arah Surabaya Utara lainnya.

Alasan Aksi: Persoalan Pemblokiran Barcode BBM Subsidi

Pemicu utama kembalinya para sopir turun ke jalan adalah masalah teknis pada sistem barcode BBM Solar yang dianggap tidak konsisten.

Angga menjelaskan bahwa pemblokiran barcode secara sepihak kembali marak terjadi dalam dua pekan terakhir di April 2026.

"Tanpa alasan dan banyak barcode-barcode yang lain sudah terblokir. Kebanyakan sekarang daripada yang bulan 12 tanggal 11 kemarin (tahun 2025). sama sih kalau yang baru-baru ini kan, dengan alasan penyalahgunaan BBM," ungkap Angga.

Meskipun pada Desember 2025 sempat ada kesepakatan melalui mediasi, para sopir merasa solusi tersebut tidak berjalan permanen, sehingga mereka menuntut kepastian hukum dan transparansi sistem.

5 Tuntutan Utama GSJT dalam Demonstrasi Besok

Dalam aksi selama dua hari tersebut, massa Gerakan Sopir Jawa Timur membawa lima poin tuntutan krusial:

  • Hapus barcode BBM bersubsidi.
  • Stop kriminalisasi sopir terkait BBM subsidi.
  • Stop pungli operator SPBU dan penyalahgunaan barcode BBM.
  • Turunkan tarif tol.
  • Tangkap mafia BBM bersubsidi.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.