TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Kepemimpinan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso resmi berganti. David Palapa Duarsa kini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso, menggantikan Dzakiyul Fikri.
Sebelum ditugaskan di Bondowoso, David menjabat sebagai Asisten Intelijen di Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Sementara itu, Dzakiyul Fikri mendapat amanah baru sebagai Asisten Pemulihan Aset di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah setelah memimpin selama sekitar 2,5 tahun.
Serah terima jabatan tersebut ditandai melalui acara pisah sambut yang digelar pada Selasa malam (28/4/2026).
Baca juga: Setelah Truk, 50 Pikap dari India untuk Koperasi Merah Putih Tiba di Bondowoso
David mengatakan akan memprioritaskan penyelesaian program yang telah dirintis oleh pendahulunya. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada pekerjaan yang tertunda.
“Tentunya kami akan menyelesaikan program yang sudah ada terlebih dahulu agar tidak menjadi tunggakan,” ujarnya.
Baca juga: Cetak Lulusan Berstandar Dunia, UT Jember Wisuda 764 Mahasiswa dan Jalin MoU dengan Pemkab Bondowoso
Mantan Kajari Probolinggo itu juga menilai bahwa penanganan perkara di Bondowoso selama ini telah berjalan sesuai koridor hukum. Namun, ia mengakui masih ada sejumlah kendala teknis yang perlu dibenahi.
Kendala Penghitungan Kerugian Negara
Salah satu hambatan yang disoroti adalah proses penghitungan kerugian negara dalam penanganan perkara. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya akan meningkatkan koordinasi lintas instansi.
“Kami akan lebih aktif mendatangi instansi terkait agar hambatan tersebut bisa teratasi,” kata David.
Baca juga: Jembatan Darurat Bondowoso Rusak Diterjang Banjir, Ditutup Sementara untuk Perbaikan
Selain fokus pada kinerja internal, David juga menekankan pentingnya membangun sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), khususnya antar Aparat Penegak Hukum (APH).
“Selain menjaga integritas, kita juga harus tetap profesional,” tegasnya.
Dzakiyul Fikri mengungkapkan selama masa jabatannya masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam fungsi pendampingan hukum.
Ia menilai kolaborasi antar-Forkopimda menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan daerah. Dzakiyul juga memastikan bahwa penanganan perkara yang belum selesai akan dilanjutkan oleh pejabat baru.
“Terima kasih atas jalinan kerja sama yang erat selama saya bertugas di Bondowoso,” tambahnya.