Korban Selamat Tabrakan KRL Bekasi, Sempat Terpental hingga Pingsan, Bangun-bangun Sudah Berdarah
Candra Isriadhi April 29, 2026 02:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kesaksian mengerikan datang dari salah satu korban luka dalam kecelakaan KRL di Bekasi, Yunita Endang (41).

Ia mengaku sempat terpental hingga kehilangan kesadaran saat insiden tragis itu terjadi.

Diketahui, Yunita bersama sang suami, Subur Sagita (51), menjadi korban dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/6/2026) malam.

KECELAKAAN KRL - Kesaksian korban luka kecelakaan KRL Bekasi, Yunita, mengaku sempat terpental saat kejadian.
KECELAKAAN KRL - Kesaksian korban luka kecelakaan KRL Bekasi, Yunita, mengaku sempat terpental saat kejadian. (TribunJakarta/DWI PUTRA KESUMA)

Peristiwa nahas itu terjadi ketika KRL rute Jakarta–Cikarang yang mereka tumpangi ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek dengan kecepatan tinggi, yakni sekitar 110 kilometer per jam.

Yunita pun mengungkapkan detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Ia awalnya naik KRL dari Stasiun Cakung, sementara sang suami berangkat dari Stasiun Kampung Bandan.

Keduanya berencana turun di Stasiun Tambun.

Baca juga: Pernyataan Mengejutkan Pengacara, Nadiem Dipaksa Hadiri Sidang Meski Sakit, Jaksa Tegas Membantah

Sebelum tabrakan terjadi, Yunita berada di gerbong khusus wanita.

Namun situasi berubah ketika sang suami mengajaknya untuk berpindah tempat.

Mereka kemudian berjalan menuju gerbong lain melalui sambungan antar gerbong.

Nahas, tepat saat berada di sambungan menuju gerbong 3, tabrakan hebat itu terjadi.

Benturan keras tak terhindarkan, membuat Yunita terpental hingga akhirnya pingsan.

Kesaksian ini menggambarkan betapa dahsyatnya kecelakaan yang terjadi dan meninggalkan trauma mendalam bagi para korban.

TABRAKAN KERETA - Petugas berusaha memindahkan gerbong kereta yang hancur akibat KRL Commuter Line ditabrak oleh kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).
TABRAKAN KERETA - Petugas berusaha memindahkan gerbong kereta yang hancur akibat KRL Commuter Line ditabrak oleh kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)

"Bapak bilang itu gerbong perempuan, jadi saya (suami) tidak bisa, akhirnya kita jalan ke gerbong ketiga," kata Yunita di RSUD Bekasi, dikutip Grid.ID dari Tribun Jakarta.

Saat KA Jarak Jauh tiba-tiba menyeruduk KRL tersebut begitu kencang, Yunita yang masih berada di sambungan kereta pun langsung terpental hingga ke tengah gerbong.

Usai terpental, disinya sempat tersadar, namun kakinya mengalami kram hingga tidak bisa digerakkan. Setelah itu, ia pun tidak sadarkan diri.

Baca juga: Gencatan Senjata dengan AS Segera Berakhir! Iran Siapkan Kejutan Besar di Medan Perang

Saat tersadar, dirinya tahu-tahu sudah berada di lantai 2 Stasiun Bekasi Timur. Kakinya masih tak bisa digerakkan, hidungnya juga berdarah.

"Kaki enggak bisa digerakin, darah di hidung di kompres. Di samping aku ada yang sobek," tuturnya.

Sementara itu, sang suami, Subur Sagita mengaku dirinya mengalami sakit di bagian bahu dan kepala akibat kecelakaan KRL Bekasi tersebut.

Namun kondisinya masih sadar, sehingga dirinyalah yang menolong sang istri.

Usai kejadian tersebut, pasangan suami istri itu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Kini keduanya sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

KECELAKAAN KERETA API - Proses evakuasi penumpang KRL Commuter Line di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, pascainsiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL relasi Bekasi-Jakarta. (Dok./KAI)

"Saya disuruh pulang (oleh RS), tapi kalau ada apa-apa disuruh langsung ke sini," ungkap Subur.

Subur mengaku awalnya ia mendengar adanya insiden taksi yang tertabrak KRL dari arah Cikarang ke Jakarta, sementara dirinya berada di dalam KRL dari arah Jakarta ke Cikarang.

KRL yang ia tumpangi tertahan sekitar 10 menit dengan pintu terbuka. Tak lama kemudian datang kereta Argo Bromo yang melaju kencang hingga menghantam KRL tersebut.

Subur dan Yunita terpental hingga ke tengah gerbong. Beruntung, Subur masih sadar, sehingga ia bisa membawa Yunita keluar gerbong.

Subur menceritakan bahwa usai kecelakaan KRL Bekasi, tampak kepulan asap pekat. Situasi semakin mencekam ketika terdengar jerit panik dari para penumpang yang menjadi korban.

Korban Tewas 15 Orang

Polisi telah merilis daftar nama korban tewas kecelakaan KRL Bekasi. Polda Metro Jaya melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia adalah 15 orang.

"Iya, ada 15 (korban) meninggal dunia," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol dr. Martinus Ginting, di RS Polri Kramat Jati, dikutip dari Kompas.com.

Proses identifikasi korban dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menggunakan data primer berupa sidik jadi dan data sekunder seperti tanda medis dan barang milik korban.

“Teridentifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder yaitu tanda medis dan properti atau benda kepemilikan,” ujar Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan.

Berikut ini daftar nama korban tewas kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

RS Polri Kramat Jati:

- Tutik Anitasari (31)
- Harum Anjasari (27)
- Nur Alimantun Citra Lestari (19)
- Farida Utami (50)
- Vica Acnia Fratiwi (23)
- Ida Nuraida (48)
- Gita Septia Wardany (20)
- Fatmawati Rahmayani (29)
- Arinjani Novita Sari (25)
- Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32)

RSUD Kota Bekasi:

- Nuryati (41)
- Nurlaela (39)
- Enggar Retno Krisjayanti (35)

Rumah Sakit Bella Bekasi:

- Ristuti Tustirahato

RS Mitra Keluarga Bekasi Timur:

- Adelia Rifani

Dikabarkan sebelumnya bahwa KRL jurusan Jakarta-Cikarang mendadak dihantam oleh KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB.

Rangkaian peristiwa bermula dari sebuah taksi listrik yang mogok tepat di tengah perlintasan kereta api JPL 85 Bekasi, yang kemudian tertemper KRL dari arah Cikarang.

Hal itu menyebabkan rangkaian KRL lainnya harus tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

Lalu datang KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasarturi yang melaju dengan kecepatan 110 km/jam dari arah belakang hingga tabrakan tak terhindarkan.

KA Argo Bromo Anggrek menghantam KRL yang sedang berhenti hingga lokomotif merangsek masuk gerbong khusus wanita.

Kecelakaan KRL Bekasi mengakibatkan 15 orang tewas dan 84 korban luka. 

(Tribunnewsmaker.com/Grid.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.